aku hidup di bumi ini karena keberadaan orang lain
tanpa orang lain aku adalh makhluk yang lemah dan tak berdaya
karena keberadaan orang lain aku menjadi sedemikian kuat
aku lahir dengan bantuan dukun bayi
aku tumbuh dengan bantuan orang tua
aku belajar dengan bantuan guru
aku bekerja dengan bantuan teman-teman dan pemerintah
aku hidup di lingkungan dengan bantuan tetangga
aku makan karena ada petani, pedagang makanan, dan istri
aku berpakaian, karena ada petani kapas, buruh pabrik, pedagang pakaian
aku menempati rumah, karena bantuan banyak orang untuk mendirikan rumah, dari yang mengumpulkan pasir, batu, yang membuat batu bata, pekerja pabrik semen, pekerja pabrik cat, pekerja pabrik genteng, tukang kayu, tukang batu, tukang brangkal, tukang sampah dan banyak lagi.
aku hidup tenang di rumah, karena ada hansip, ada petugas rt, ada tetangga, ada petugas rw, desa dan orang-orang sekitar yang baik dan pengertian.
aku mempunyai anak dengan bantuan dokter dan pegawai rumah sakit, orang tua, nenek, dan semua saudara yang terlibat dengan tulus ikhlas membantu ku.
aku menikmati segala fasilitas kehidupan di rumah, karena ada pegawai pln, pekerja internet, bibi yang membantu pekerjaan rumah. tukang rongsok, tukang pembersih halaman.
coba apa yang aku nikmati tanpa peran orang lain, hampir tidak ada semuanay atas kuasa orang lain
baik mereka yang masih hidup maupun yang sudah mati.
bagaimana aku bisa tidak memberikan hal yang sama pada kehidupan ini?
sudah sepantasnya aku hidup untuk membantu kemajuan umat manusia.
mari kita memberi dengan segala yang pernah kita terima, minimal dalam jumlah yang sama, jika kita memberi lebih dari apa yang pernah kita terima, kita adalah makhluk istimewa.
tanpa orang lain aku adalh makhluk yang lemah dan tak berdaya
karena keberadaan orang lain aku menjadi sedemikian kuat
aku lahir dengan bantuan dukun bayi
aku tumbuh dengan bantuan orang tua
aku belajar dengan bantuan guru
aku bekerja dengan bantuan teman-teman dan pemerintah
aku hidup di lingkungan dengan bantuan tetangga
aku makan karena ada petani, pedagang makanan, dan istri
aku berpakaian, karena ada petani kapas, buruh pabrik, pedagang pakaian
aku menempati rumah, karena bantuan banyak orang untuk mendirikan rumah, dari yang mengumpulkan pasir, batu, yang membuat batu bata, pekerja pabrik semen, pekerja pabrik cat, pekerja pabrik genteng, tukang kayu, tukang batu, tukang brangkal, tukang sampah dan banyak lagi.
aku hidup tenang di rumah, karena ada hansip, ada petugas rt, ada tetangga, ada petugas rw, desa dan orang-orang sekitar yang baik dan pengertian.
aku mempunyai anak dengan bantuan dokter dan pegawai rumah sakit, orang tua, nenek, dan semua saudara yang terlibat dengan tulus ikhlas membantu ku.
aku menikmati segala fasilitas kehidupan di rumah, karena ada pegawai pln, pekerja internet, bibi yang membantu pekerjaan rumah. tukang rongsok, tukang pembersih halaman.
coba apa yang aku nikmati tanpa peran orang lain, hampir tidak ada semuanay atas kuasa orang lain
baik mereka yang masih hidup maupun yang sudah mati.
bagaimana aku bisa tidak memberikan hal yang sama pada kehidupan ini?
sudah sepantasnya aku hidup untuk membantu kemajuan umat manusia.
mari kita memberi dengan segala yang pernah kita terima, minimal dalam jumlah yang sama, jika kita memberi lebih dari apa yang pernah kita terima, kita adalah makhluk istimewa.
Komentar
Posting Komentar