Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Mengakrabi Uang

Mengakrabi uang, jika kita ingin uang bersahabat dengan kita, kita perlu tahu bagaimana uang bekerja kita perlu tahu bagaimana cara menempatkan uang Uang akan senang jika kita sudah mengenalnya uang seakan mengerti apa yang harus dilakukan bagi pemiliknya mengendalikan uang akan membuatnya lebih terarah kita perlu tahu permainan yang di sukai uang menghindari menaruh dalam jebakan hindari tempat-tempat yang membuat uang menangis kita perlu tahu tempat-tempat yang menyenangkan uang sebagaimana layaknya manusia uang suka berkumpul  kadang menempati sebuah tempat yang sangat besar dan penuh dengan uang

Tanpa aku

dunia tanpa aku Aku adalah dinding Benteng kuat yang menghalangi Tirai tebal yang menutupi Siapa yang sebenarnya Kita semua Karena ada aku Kita seperti terpisah Kita seakan berbeda Kita seakan berwarna Nyatanya kita adalah satu Kita ada dalam satu warna Jingga Butuh cinta yang lebih Untuk merasakan persatuan ini Kita menginginkan persatuan Tapi kita membangun dinding kokoh Hilangkanlah aku Sehingga yang ada Adalah kita

Mengapa Bertanya

Sudah banyak waktu aku berbicara dan tak ada yang mendengarkan aku bosan tak ada yang mendengarkan aku perlu diam sejenak bagaimana cara merubah semua ini merubah semua percakapan menjadi menarik akhirnya aku putuskan  untuk mengganti topik tentang aku dengan topik tentang kamu aku tidak lagi menceritakan diriku aku mulai bertanya tentang kamu segala pembicaraanku mulai di awali  dengan pertanyaan karena sedikit yang ku ketahui tentang lawan bicaraku aku harus bertanya bagaimana kabarnya sudah makan belum bajumu bagus beli dimana rumah kamu di mana siapa nama kamu apa tujuanmu datang kesini apa yang bisa aku bantu kedengaarannya hebat pengalamanmu bisakah kau ceritakan tolong ceritakan tentang lomba kemarin aku hanya sedikit bicara bahkan aku menutup diri berbicara tentang diriku aku berbicara sekedar bertanya biar dia menceritakan segalanya tentang dia bolehkah aku minta nomor telepon mu ketika hendak meng...

Senyum pagi ini

Aku tersenyum pagi ini pada selimut dan bantal, guling dan kasur pada ruangan kamarku, pada dinding tembok pada pintu kamarku Aku menuruni tangga sambil tersenyum, pada anak tangga,  pada setiap pijakan yang aku lakukan, pada guratan keramik anak tangga Aku tersenyum saat mengambil handuk, meanruhnya dengan pelan pada gantungan di kamar mandi, aku tersenyum pada kran, shower, aku tersenyum pada sir yang membasahi tanganku, tersenyum pada kloset duduk, dan mengalirkan air  untuk menyiram nya, aku mendengar suara air bercanda ketika kupencet tombol kloset,  suara deras meluncur  membawa kotoran yang kubuang ke dalam penampungan. ku ambil sikat gigi, dan mengalirkan energi senyum, menggosokannya pada gigiku dengan perlahan, menggelitik giig dan gusi  mudah-mudahan senyumku akan lebih indah terima kasih sikat gigiku. dengan senyuman aku merasakan air mengalir  lembut ke kulitku, awlanya dingin dan beru...

Menjaga Tersenyum

Menarik ke atas bibirku membentuk senyuman paling indah meskipun itu berat meskipun itu belum terbiasa Mengalirkan senyuman itu ke pipi, meneruskannya ke mata dan ke rambut, ke otakku, ke seluruh jaringan memoriku ke seluruh syaraf yang ada dalam tubuhku Membangunkan setiap sel yang ada pada tubuhku, menggelitiknya untuk tersenyum bahagia, mengalirkan darah segar dalam kehidupanku yang telah sekian lama sel-selku tertidur dalam suasana muram dan gelap penuh amarah dan kedengkian Menjadi sel yang gampang tersenyum menjadi sel yang gampang riang menjadi sel yang gampang menolong menjadi sel yang mudah memahami menjadi sel yang lebih toleransi menjadi sel tubuhku lebih flexible menjadi sel tubuhku begitu ceria menjadikan sel tubuhku penuh percaya diri menjadikan sel tubuhku mudah mengalahkan ketakutan dan rasa khawatir menjadikan sel tubuhku hidup bersinar, menjadikan sel tubuhku penuh gelora menjadikan sel tubuhku hidup dala...

Uang yang Kita Miliki

Mengapa sebagian orang memiliki banyak sebagian lagi berlebihan sementara yang lain memiliki sedikit bahkan ada yang tidak memiliki. adakah yang mengatur kepemilikan uang di dunia ini? mengapa distribusinya tidak merata ada orang yang baru lahir di dunia, tapi sudah memiliki jumlah uang yang besar, karena orang tuanya kaya raya. sementara bayi lain yang baru muncul ke bumi tidak memiliki selembar uang pun, bahkan ada bayi yang baru lahir sudah memikul hutang warisan yang banyak. ini menimbulkan persaingan yang tak sehat dan tidak memberikan kompetisi yang sama  tidak adil bagi bayi yang baru dilahirkan. semestinya bayi yang baru dilahirkan  mempunyai potensi kepemilikan uang sama. supaya tercipta keadilan. supaya mempunyai peluang yang sama ketika beranjak  dewasa.

Orang Berjuang Hidup

Sebagian orang berjuang hidup dengan  memanfaatkan alam dan tenaga mereka;  ini namanya bekera. Sebagian orang berjuang hidup dengan Memanfaatkan orang yang memanfaatkan Alam dan tenaga mereka; Ini namanya berdagang. Sebagian orang berjuang hidup dengan Memanfaatkan orang yang memanfaatkan orang  Yang berjuang hidup dengan memanfaatkan alam dan tenaga mereka; Ini namanya pemodal. Epigram Inggris

Aku adalah Kumpulan Makhluk Hidup

Aku bukan satu, aku adalah seribu, aku adalah sejuta, aku berjumlah bermilyar Aku adalah kumpulan mikro organisme aku berbaur menjadi satu, ada yang membentuk rambut, ada yang membentu kulit, daging, ada yang membentuk tulang dan sendi, ada yang membentuk otak, ada yang membentuk jaringan syaraf ada yang membentuk mata, telinga, hidung dan mulut ada yang membentuk jaringan penglihatan ada yang membentuk jaringan pendengaran ada yang membentuk jaringan penciuman ada yang membentuk jaringan peraba ada yang membentuk jaringan pencernaan mereka hidup berkelompok dalam tubuhku, mereka membentuk hati mereka menjadi darah mereka membentuk liver mereka terlihat sebagai paru-paru mereka terlihat sebagai tulang kerangka mereka terlihat sebagai otak mereka membentuk koloni-koloni yang membentuk tubuh ini semakin sempurna maka tubuh kita ke depan semakin sempurna jika koloni yang ada dalam tubuh kita menyempurnakan diri menyesuaikan d...

Aku Melihat Diriku

Ketika melihat orang lain sedih, aku melihat diriku. Ketika menyaksikan orang bergembira, aku melihat diriku. Ketika memandang orang yang sombong, aku melihat diriku. Ketika mendengar orang menggunjing, aku melihat diriku. Ketika melihat orang melakukan aib, aku melihat diriku. Ketika melihat orang susah, aku melihat diriku. Ketika melihat orang penuh suka cita, aku melihat diriku. Ketika melihat orang berbuat jahat, aku melihat diriku. Ketika melihat orang berbuat baik, aku melihat diriku. Ketika aku merasakan orang iri, aku melihat diriku. Ketika melihat orang marah, aku melihat diriku. Ketika melihat orang tersenyum, aku melihat diriku. Aku terpancar pada orang di sekitarku. Aku bukanlah aku yang terlihat di cermin. Aku ada pada kelaurga ku Aku tergambar siapa teman-temanku. Aku terlihat pada batu di jalanan, pada tembok rumah, pada pohon di sekitar pekarangan, pada binatang peliharaanku, pad...

KOLONEL SANDERS

Kolonel Sanders mulai mewujudkan impiannya pada umur 65 tahun. Dia bangkrut dan kesepian. Dia mendapatkan cek jaminan sosial pertamanya sebesar $105, dan dia marah. Namun bukannya menyalahkan masyarakat atau sekadar menulis sebuah catatan sangat tidak menyenangkan kepada Kongres, dia mulai bertanya pada diri sendiri, “Apa yang bisa saya lakukan yang akan berguna bagi orang lain? Apa yang bisa saya berikan?” Jawaban pertamanya adalah, “Nah saya memiliki resep ayam ini, kelihatannya semua orang menyukainya! Bagaimana kalau saya menjual resep ke restoran? Bisakah saya menghasilkan uang dengan melakukan itu?” Lalu tiba-tiba dia berpikir, “Itu Bodoh. Menjual resep bahkan tidak akan bisa membayar sewa.” Dan dia memiliki ide baru, “Bagaimana kalau saya tidak hanya menjual resep kepada mereka, tetapi juga menunjukkan bagaimana cara memasak ayam yang benar? Bagaimana kalau ayam itu sangat baik untuk meningkatkan bisnis mereka? Kalau lebih banyak orang yang datang untuk berkunjung dan...

Aku Tersenyum Pada Diriku

Bangun Pagi,  aku tersenyum pada diriku aku tersenyum pada seluruh makhluk kecil  yang ada dalam tubuhku. Aku tahu dia berada dalam tubuhku. Yang kurasakan adalah perasaan bahagia menyelimuti seluruh  jiwa dan tubuhku dengan sedikit sunggingan senyum yang ada di wajahku aku merasakan ujung kakiku tersenyum bahagia aku tersenyum bahagia membawa pada suasana hati yang tenang semuanya berubah ketika memulai hari dengan senyuman ada rasa penuh gairah untuk menjalani hidup seakan masalah adalah sesuatu yang biasa dan tak ada rasa ketergesaan ada rasa kalem dalam tubuh ini ketika aku tersenyum semua unsur sel dalm tubuhku ikut tersenyum mereka adalah zat yang hidup dalam tubuhku. aku adalah satu kesatuan dengan mereka aku adalah koloni aku adalah holding dari sekumpulan besar makhluk hidup aku menyadari ini dengan tersenyum mengapa kadang cepat sekali kita berubah sifat berubah suasana itu karena perasa...

Engkau Hanyalah Kumpulan Hari-hari

Sesungguhnya, engkau hanyalah kumpulan hari-hari, setiap kalian berlalu akan berlalu pulalah bagian umurmu. Waspadalah engkau dari menunda pekerjaan, karena engkau berada pada hari ini bukan pada hari esok. Kalaulah esok hari menjadi milikmu,  jadilah engkau seperti pada hari ini. Kalau esok tidak menjadi milikmu, niscaya engkau tidak akan menyesali apa yang telah berlalu dar harimu. Hari kemarin yang sudah berlalu, kita tidak mungkin lagi mengubahnya. Hari esok di hadapan,  kita tidak tahu apakah kita masih memeiliki kesempatan di dalamnya. Dan hari ini, kesempatan bagi kita untuk beramal saleh. Maka, beramallah sebanyak-banyaknya. Hasan Al-Bashri

Tidak Ada Kebaikan, kecuali .....

Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan, kecuali dengan amalan. Tidak ada kebaikan bagi harta, kecuali dengan kedermawanan. Tidak ada kebaikan bagi sahabat, kecuali dengan kesetiaan. Tidak ada kebaikan bagi sedekah,  kecuali niat ikhlas. Tidak ada kebaikan bagi kehidupan, kecuali kesehatan dan keamanan. Tidak ada ketenangan, bagi orang yang hasud. Tidak ada harga diri, bagi pendusta. Tidak ada kecakapan bertindak, bagi orang bakhil. Tidak ada amanah, bagi orang yang diperbudak nafsu. Tidak ada kehormatan, bagi orang yang berakhlak buruk. Dan, tidak ada penolakan bagi ketentuan Allah. Ahnaf bin Qais At-Tamimi

Pelajarilah Semua Ilmu yang Kausukai

Ilmu itu mengenal dan beramal. Pelajarilah semua ilmu yang engkau sukai, tetapi ingatlah, Allah tidak akan memberikan manfaat dari ilmu tersebut sebelum engkau mengamalkannya terlebih dulu. Hati-hatilah kalian dengan kekeliruan seorang alim. Sebab, setan bisa saja mengatakan kesesatan melalui lisan seorang alim. Sementara di sisi lain, bisa saja seorang munafik mengatakan kebenaran. Maka ambillah kebenaran itu  dari mana saja datangnya. Karena dalam kebenaran terdapat cahaya. Waspadalah akan ketergelinciran orang berilmu. Dan, kenalilah kebenaran itu dengan kebenaran pula, karena kebenaran itu mempunyai cahaya. Ilmu itu di depan amal, dan amal mengikutinya. Mu'adz bin Jabal Al-Khazraji

Ujub dan putus asa

Kebinasaan itu terletak pada dua perkara, yaitu ujub dan putus asa. Dua hal ini dipertemukan  karena kebahagiaan tidak bisa diraih kecuali dengan mencari  dengan tekun. Orang putus asa tidak mau mencari. Adapun orang yang ujub mengira kalau ia telah mendapatkan yang dikehendakinya sehingga ia tidak mau berusaha lagi. Abdullah bin Mas'ud

Sebaik-baik Kaya ialah Kaya Hati

Sebaik-baik kaya ialah kaya hati. Sebaik-baik bekal ialah takwa. Seburuk-buruk buta ialah buta hati. Seburuk-buruk usaha ialah memungut riba. Seburuk-buruk makanan ialah makan harta anak yatim. Siapa memaafkan orang akan dimaafkan Allah. Siapa mengampuni orang akan diampuni Allah. Semua orang itu pintar bicara. Barang siapa yang perbuatannya sejalan dengan ucapannya, itulah orang yang layak dikagumi. Akan tetapi, jika ucapannya berbeda dengan perbuatan, itulah orang yang mencela dirinya sendiri. Hai lisan, katakanlah kebaikan, niscaya engkau akan mendapatkan keberuntungan. Janganlah mengucapkan yang jahat,  niscaya egkau akan selamat, sebelum timbulnya penyesalan. Abdullah bin Mas'ud

Orang yang Berilmu

Ilmu itu bukan sebuah kemahiran dalam berkata-kata,  tetapi ilmu itu takwa kepada Tuhan. Aku peringatkan engkau dari  berlebihan dalam berkata-kata. Cukuplah bagi seorang manusia sekadar menyampaikan keperluannya. Orang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya bagaikan orang sakit yang menerangkan obat dan bagaikan orang lapar yang menerangkan kelezatan makanan sedang makanan itu tidak dimilikinya. by Abdullah bin Mas'ud

Satu Dirham

Satu dirham  yang disedekahkan ketika sehat  dan bakhil  lebih baik dari seratus dirham yang diwasiatkan ketika akan mati. Tidaklah sekali-kali suatu rumah dipenuhi  dengan gelak tawa, melainkan akan berakhir dengan derai air mata. Dunia adalah kerisauan dan duka cita, apabila terdapat kebahagiaan di dalamnya berarti keuntungan bagimu. Orang bahagia adalah  orang yang bisa menarik pelajaran dari orang lain. Jalan keluar dari pertolongan  berasal dari keimanan dan kerelaan. Kecemasan dan kepedihan berasal dari keraguan dan amarah. by Abdullah bin Mas'ud

Hiduplah Sesuka Hatimu

Hiduplah sesuka hatimu, sesungguhnya engkau pasti mati. Cintai siapa saja  yang kau senangi, sesungguhnya ia pasti akan  berpisah denganmu. Lakukan apa saj yang engkau kehendaki, sesungguhnya engkau akan  memperoleh balasannya. Ingatlah,  bersama kesulitan itu senantiasa akan timbul kemudahan.  by Abdullah bin Abbas

Perbuatan baik

Kebaikan itu menyinari wajah, menyalakan cahaya jiwa, membuka pintu rezeki, menguatkan tubuh, dan menambah cinta dalam hati. Sesungguhnya, perbuatan maksiat itu mendatangkan ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di dalam hati, kelemahan badan, surutnya rezeki, dan kebencian makhluk. by Abdullah bin Abbas

Lebih Banyak Mendengar

Perbanyak menggunakan telinga melebihi mulutmu. Kamu diberi dua telinga dan satu mulut supaya kamu lebih banyak mendengar daripada berbicara. Tanda kebodohan itu ada tiga: Pertama, mengagumi diri sendiri; kedua, banyak bicara dalam hal yang tidak manfaat; ketiga, melarang sesuatu tetapi melanggarnya. Abu Darda

Jangan Mengambil Pekerjaan Tuhan

Kebaikan sebesar debu dari orang takwa dan yakin, lebih berat timbangannya dan lebih baik nilainya daripada  ibadahnya orang-orang yang menipu dirinya, walaupun sebesar gunung. Janganlah kalian bebani orang dengan apa yang tidak sanggup di pikulnya. Janganlah kalian hisab mereka dengan mengambil alih pekerjaan Tuhannya! Jagalah diri kalian sendiri. Sebab, barang siapa yang selalu  menginginkan sesuatu yang dipunyai orang lain, niscaya akan berkepanjangan nestapanya. Jika temanmu berbuat salah, janganlah tinggalkan ia. Boleh jadi kali ini ia berbuat salah, namun pada saat lain ia berlaku benar. Carilah kebaikan sepanjang hidupmu dan majulah bersama hembusan karunia Allah. Sesungguhnya, Allah mempunyai tiupan  rahmat yang dapat mengenai siapa saja yang dikehendakin-Nya. Mohonlah kepada Allah agar Dia menutupi malu,  cela, dan kejahatanmu,  serta menghilangkan ketidaktentramanmu. Abu Darda

Kehormatan Manusia

Kehormatan manusia adalah pengetahuannya. Orang-orang bijak adalah suluh yang menerangi jalan setapak kebenaran. Di dalam pengetahuan terletak kesempatan manusia untuk keabadian. Sementara manusia bisa mati, kebijakan hidup abadi. Jika engkau bersabar,  takdir akan berjalan atasmu dan engkau akan mendapatkan pahala. Namun, jika tidak bersabar, takdir pun akan tetap berjalan atasmu dan engkau berdosa. Barang siapa membenahi sisi batinnya, Allah akan membenahi sisi lahirnya. Barang siapa berbuat amal bagi agamanya, Allah akan melaksanakan perbuatan untuknya di dunia. Barang siapa yang baik urusannya dengan Allah, niscaya Dia akan membuat baik urusannya dengan sesamanya. Ali bin Abi Thalib

Aku Mati Sebagai Mineral

Aku mati sebagai mineral dan menjelma tumbuhan. Aku mati sebagai tumbuhan, dan menjelma hewan Aku mati sebagai hewan dan menjelma manusia. Lalu kenapa aku harus takut berakhir pada kematian Maut tak pernah mengurangi sesuatu dariku Sekali lagi! Aku harus mati sebagai manusia dan lahir di alam malaikat. Aku harus mati lagi karena: "Segala sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya." Setelah itu aku harus mati dan menjelma sesuatu yang tak bisa kupahami. Ah, biarkanlah diriku lenyap memasuki kekosongan, kesunyian Karena dalam kesunyian itulah terdengar suara: "Hanya kepada-Nyalah segala sesuatu kembali." by Rumi

Nilai Seseorang

Nilai seseorang diukur berdasarkan kebaikan yang dilakukannya. Lebih sedikit orang menggunakan akalnya, lebih banyak pula ia berkata-kata. Janganlah engkau memutuskan hubungan  dengan saudaramu kecuali setelah segala cara yang sudah engkau tempuh tidak dapat lagi memperbaiki hubungan di antara engkau dengannya. Dan janganlah setelah pemutusan itu, engkau mengikutkannya dengan umpatan terhadapnya sehingga engkau menutup jalan baginya untuk kembali berbaikan denganmu. Ada kalanya perang terjadi  karena satu kalimat, ada kalanya pula cinta tertanam karena pandangan sekilas. Berbahagialah orang yang dapat menjadi  tuan untuk dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya dan menjadi nahkoda untuk bahtera hidupnya. Ali bin Abi Thalib

Berbuat Kebaikan

Apabila engkau merasa letih karena berbuat kebaikan, keletihan itu akan hilang dan kebaikan yang dilakukan akan terus kekal. Namun sebaliknya,  jika engkau merasa senang dengan dosa, sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa yang dilakukan akan terus kekal Ali bin Abi Thalib

Bahagia

Manusia yang paling bahagia adalah mereka yang meninggalkan kelezatan yang sementara untuk meraih  kelezatan yang abadi. Manusia akan menyesuaikan diri dengan zamannya  sebagaimana mereka  mirip dengan orang tuanya. Kalau engkau ingin menjadi raja, pakailah sifat qana'ah. Kalau engkau ingin memperoleh surga dunia sebelum surga akhirat, pakailah budi pekerti yang baik. Kedua sifat ini ialah kawan bahagia. Ali bin Abi Thalib

Waktu

Waktu itu ada tiga, yaitu waktu yang berlalu dan tidak dapat diharapkan lagi, jadikanlah ia sebagai pelajaran; waktu sekarang pasti adanya, jadikanlah ia peluang; dan  waktu yang akan datang. Tapi ingatlah, boleh jadi ia akan menjadi milik orang lain. Pegang yang pasti, jangan diperdaya oleh esok. Jangan engkau menghadirkan keresahan hari esok kepada hari ini. Yang demikian itu hanya akan menambah beban diri. Rezeki yang luput dari genggamanmu hari ini masih bisa engkau harapkan perolehannya esok. Namun, jika waktumu berlalu saat ini, jangan harap ia kembali lagi. Ali bin Abi Thalib

Nilai Seseorang

Nilai seseorang sesuai kadar tekadnya, ketulusannya sesuai kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat, dan kesucian nuraninya sesuai kepekaannya terhadap kehormatan dirinya. Ali bin Abi Thalib

Lisan

Orang sering binasa karena tergelincir lisannya dan sangat jarang binasa, karena tergelincir kakinya. Rasa sakit karena tergelincir lisan dapat menyerang kepalanya. Sementara rasa sakit karena tergelincir kaki perlahan-lahan akan sembuh. Betapa banyaknya darah tertumpah karena lidah, betapa banyak manusia yang binasa karena lidahnya betapa banyak ucapan yang menyebabkan hilangnya kenikmatan. Maka, simpanlah perbendaharaan lidahmu seperti engkau menyimpan perbendaharaan emas dan uangmu. Ali bin Abi Thalib

Berjalanlah

Berjalanlah,  niscaya akan kau dapatkan ganti orang yang kau tinggalkan,  dan berbekallah,  karena kenikmatan hidup akan didapat dalam kelelahan.  Aku lihat air yang beku berubah menjadi busuk. Jika ia bergerak tentu akan baik dan rupanya. Harimau jika tidak meninggalkan sarangnya  tentu tak akan memangsa. Anak panah jika tidak meninggalkan busur tak akan mengenai sasarannya. Serbuk emas itu,  ketika masih di tempatnya, sama dengan tanah. Dan kayu gaharu dari negeri asalnya sama dengan kayu bakar. Imam Syafii

Ketika Tindakan Lebih Berarti Ketimbang Kata-Kata

St. Francis dari Assisi mengajak seorang pendeta muda untuk memberikan khutbah dengannya di desa tetangga. Pendeta muda tersebut senang sekali di undang oleh senior yang sangat dihormati. Dia pasti akan mendapatkan pelajaran dengan melihat dan memrhatikan khutbahnya yang agung. Mereka berjalan beriringan menuruni bukit, melewati jalan kecil yang diapit ladang pertanian. Di sepanjang jalan, St Francis tersenyum dan menyapa para pemilik ladang. Dia berhenti untuk menepuk-nepuk satu atau dua binatang, berhenti di bawah pohon untuk mendengarkan nyanyian burung-burung pada pagi hari, dan tampak menikmati keindahan alami di luar ruangan gelap biara. Namun pendeta muda tersebut ingin segera tiba di desa dan mendengarkan St. Francis berkhutbah. Ketika akhirnya sampai di desa, mereka berjalan menyusuri jalan setapak berbatu. Bangunan-bangunan yang ada menghalangi sinar matahri. Jalan tersebut suram dan penuh kotoran. Banyak binatang yang mengais-ngais makanan. Orang-orang sib...

Apa Yang Kautanam

Seorang petani telah bekerja keras membanting tulang selama hidupnya sekadar untuk mendapatkan sesuap nasi bagi keluarganya dari sepetak kecil tanah miliknya. Kerja keras dan kecermatannya pada waktunya membuahkan hasil. Pada tahun-tahun ketika hasil panen melimpah, sedapat mungkin dia sisihkan sedikit uangm, dan, dengan ketekunannya menabung, pelan tapi pasti dia berhasil memperluas ladangnya. Adat di daerah tersebut menetapkan bahwa putra tertua mewarisi tanahnya, tetapi petani ini bukanlah seseorang yang mau begitu saja didikte oleh tradisi. Keadilan dan rasa kesetaraan lebih mendominasi prinsipnya ketimbang tradisi. Oleh karenanya, dia mewariskan harta peninggalannya menjadi petak-petak yang sama besar untuk ketiga putranya. Ketika pada akhirnya petani itu meninggal, putra tertua menjadi murka karena merasa hak-hak yang telah dia peroleh sejak lahir dicabut begitu saja. Tak pelak lagi, dialah ahli waris yang tepat. Semua orang tahu. Tanah itu seharusnya menjadi milik...

Menggapai Cita-Cita Tertinggi

Alkisah, seorang pemuda pernah mendekati sang Buddha untuk bertanya tentang cara menggapai cita-cita tertinggi. Dia telah mengikuti ajaran sang Buddha setiap hari selama bertahun-tahun. Dia telah banyak mendengarkan petuah soal pencerahan. Dia telah lama merenungkan prinsip-prinsip yang tidak pernah dipraktikkan. Sebagian orang mungkin akan menganggap hal ini sebagai penolakan, pemberontakan, atau kemarahan, tetapi tampaknya ini Cuma masalah dia saja yang tidak pernah melakukan tindakan atas apa yang diberikan kepadanya. Pada suatu malam, dia memberanikan diri untuk berbicara dengan sang Buddha. “Wahai, Guru,” dia memulai, “telah bertahun-tahun saya menghadiri pengajaran Anda. Saya sudah mempelajari jalan menuju pencerahan, tetapi saya mendapati bahwa hidup saya belum berubah sedikit pun.” “Terus,” tanya sang Buddha, “apa pertanyaanmu?” “Selama bertahun-tahun,”kata pemuda tersebut, “sudah banyak yang saya lihat orang yang mendatangi pengajaran Anda. Ada yang bertahan, ...

Tukang Batu

Tersebutlah seorang tukang batu yang bekerja di mulut tambang yang berbatu keras. Tak, tak, tak,   dia bekerja keras memecahkan permukaan batu yang keras. Suara godam dan pahat terus bergema di telinganya, tak, tak, tak. Pekerjaan yang dia jalani lambat dan berat. Pada musim panas, terik matahari terpantul pada bebatuan sehingga tempat kerjanya panas seperti tungku. Pada musim dingin, tak ada tempat berteduh dari hujan atau cuaca dingin yang menjadikan tambang tersebut sedingin kutub utara. Sambil terus memcah batu, dia menghabiskan waktunya mengkhayalkan kehidupan yang lebih baik. Dia ingin sekali punya kekuatan untuk mengubah keadaan sekarang. Dia berkhayal berada di tempat yang hanya bisa dijangkaunya lewat khayalan sebab dia tahu khayalannya tersebut takkan pernah terwujud menjadi kenyataan – atau setidaknya begitulah anggapannya. Suatu petang, saat menyeret tubuhnya yang kelelahan menuju rumahnya, dia melewati rumah besar nan mewah milik seorang bangsawan. Ketika ...