By : Chuck Norris
Ketika itu usiaku baru enam belas
tahun dan aku bekerja di bagian pengepakan bahan makanan di Boys Market di
Gardena, pinggiran kota Los Angeles. Saat itu tahun 1930-an, dan di masa itu
toko grosir menggunakan dus karton untuk mengemas barang-barang yang berat.
Kukira semuanya baik-baik saja,
sampai di akhir hari pertama, ketika manajernya mengatakan bahwa besok aku
tidak usah kembali lagi. Aku kurang gesit bekerja.
Aku anak yang sangat pemalu, dan
kaget sendiri ketika menjawab dengan penuh semangat, “Izinkan aku kembali besok
dan mencoba sekali lagi. Aku tahu bahwa aku bisa bekerja lebih baik! Berbicara
lantang begitu sbetulnya bukan sifatku, tetapi ternyata berhasil. Aku diberi
kesempatan sekali lagi, bekerja jauh lebih cepat, dan selama satu setengah
tahun mengemas bahan makanan dari pukul 4 sampai pukul 10 pada hari kerja
dengan upah $1,25 per jam dan kadang-kadang bekerja lembur sepanjang hari pada
hari Sabtu dan Minggu.
Saat ketika aku berbicara lantang
kepada manajerku itu sangat berbekas dalam ingatanku, dan begitu juga pelajaran
yang kupetik: Jika kita ingin berhasil dalam bidang apa pun dalam hidup ini,
kita tidak bisa hanya berpangku tangan dan berharap sukses itu akan datang
sendiri. Kita harus mengusahakannya agar terwujud.
Aku bukan atlet berbakat ketika
belajar karate, namu aku berlatih lebih keras dibandingkan dengan siapa pun,
dan berhasil menjadi juara kompetisi karate dunia kelas menengah selama enam
tahun. Kemudia, ketika aku memutuskan untuk menjadi aktor, usiaku tiga puluh
enam tahun dan tidak punya pengalaman. Waktu itu mungkin ada sekitar enam belas
ribu aktor berpengalaman di Hollywood, dan aku harus bersaing dengan
orang-orang yang sudah pernah bermain dalm film atau di TV. Jika pada waktu itu
aku berkata, “Aku tidak mungkin bisa,” satu hal akan sangat jelas: aku tidak
akan pernah bisa.
Orang sering merengek,” Aku belum
sukses karena belum memiliki kesempatan.” Kita harus menciptakan peluang
sendiri.
Sumber : Reader’s Digest
Komentar
Posting Komentar