Ketika melihat orang lain sedih,
aku melihat diriku.
Ketika menyaksikan orang bergembira,
aku melihat diriku.
Ketika memandang orang yang sombong,
aku melihat diriku.
Ketika mendengar orang menggunjing,
aku melihat diriku.
Ketika melihat orang melakukan aib,
aku melihat diriku.
Ketika melihat orang susah,
aku melihat diriku.
Ketika melihat orang penuh suka cita,
aku melihat diriku.
Ketika melihat orang berbuat jahat,
aku melihat diriku.
Ketika melihat orang berbuat baik,
aku melihat diriku.
Ketika aku merasakan orang iri,
aku melihat diriku.
Ketika melihat orang marah,
aku melihat diriku.
Ketika melihat orang tersenyum,
aku melihat diriku.
Aku terpancar pada orang di sekitarku.
Aku bukanlah aku yang terlihat di cermin.
Aku ada pada kelaurga ku
Aku tergambar siapa teman-temanku.
Aku terlihat pada batu di jalanan,
pada tembok rumah,
pada pohon di sekitar pekarangan,
pada binatang peliharaanku,
pada tetangga ku,
pada teman-temanku
pada lingkunganku.
Jika aku masih melihat orang lain jelek,
berarti aku masih jelek.
Jika aku merasakan orang lain menjengkelkan,
berarti aku masih menjengkelkan.
Jika aku masih melihat orang lain merugikan diriku,
berarti aku masih merugikan orang lain.
Jadi aku adalah mereka.
Komentar
Posting Komentar