Langsung ke konten utama

Ahli Ibadah dan Seekor Tikus




Salah seorang ahli ibada di Popinsi Jurjan mempunyai isteri yang sangat cantik yang sudah berapa lama hidup bersamanya. Keduanya telah hidup bersama sekian lama namun belum juga dikaruniai anak, kemudian hamillah istrinya yang menrupakan hasil pernikahannya setelah sempat berputus asa.

Si istri sangat gembira, juga si suami yang ahli ibadah. Ia memuji kepada Allah Ta’ala dan meminta-Nya agar anak yang dikandungnya berkelamin laki-laki. Ia lalu berkata kepada istrinya; “Bergembiralah, sesungguhnya saya menginginkan agar anak laki-laki kita banyak memberi manfaat dan menjadi pandangan yang menyenangkan, saya akan memilihkan baginya nama paling baik dan akan saya panggilkan untuknya seluruh guru yang baik. Kata istrinya; “Wahai suamiku, apa yang mendorongmu berbicara sesuatu yang engkau belum mengerti apakah akan terjadi atau tidak, sesungguhnya orang yang berbuat seperti itu akan mendapatkan musibah seperti yang menimpa seorang ahli ibadah yang ia menumpahkan minyak dan madu ke atas kepalanya sendiri. Bagaimana itu bisa terjadi wahai isteriku?

Kata isteri; “Diceritakan bahwasannya ada seorang ahli ibadah rejekinya setiap hari diberi dari rumah seorang pedagang, yaitu berupa minyak samin dan madu. Daripadanyalah ia memakan santapannya dan keperluannya, kemudian sisanya diletakan di atas sebuah tempayan dan ia gantungkan di sebuah pasak di pojok rumah hingga penuh. Maka di saat suatu hari sang ahli ibadah telentang di atas peunggungnya sementara tongkat ditangannya dan tempayan tergantung di atas kepalanya. Ia berpikir bagaimana cara mengembangkan minyak samin dan madunya.

Ia berkata; akan kujual isi tempayan dengan harga satu dinar, lalu akan kubeli 10 ekor kambing hingga mereka bisa bersusu dan melahirkan anak setiap lima bulan sekali, sehingga tidak memakan waktu lama sampai telah menjadi kambing yang banyak jika ia bisa melahirkan anak-anaknya. Setelah beberapa tahun ia memeriksa kambingnya seperti yang diperhitungkannya, dan didapatkannya lebih dari 400 kambing perah. Lalu ia berujar; kambing ini akan kujual dan kubelikan 100 ekor sapi dengan perhitungan setiap penjualan empat ekor kambing mendapatkan satu sapi, dan saya akan membeli tanah dan benih biji-bijian, dan saya akan menyewa buruh, aku akan bercocok tanam dengan sapi-sapi itu, dan yang betina akan kuperah susunya sehingga tak perlu sampai beberapa tahun hingga aku bisa memperoleh dari tanaman hasil yang banyak, lantas akan kubangun rumah yang mewah dan akan kubeli budak-budak perempuan, bdak-budak laki-laki, dan aku akan mengawini wanita-wanita cantik jelita hingga mereka hamil dan melahirkan anak yang mulus dancerdas. Lalu aku akan memilihkan nama yang paling bagus untuknya, dan sekiranya ia beranjak remaja, akan kudidik sebaik-baiknya dengan pengawasan yang disiplin, dan jika anakku tak mau menerima pendidikanku, maka akan ku pukul dengan tongkat ini, sambil ia menunjuk dengan tongkatnya ke arah tempayan. Sehingga ia memecahkannya, dan semua isinya tumpa ke arah wajahnya.

Kata isterinya;
Hanyasanya aku membuat perumpamaann ini agar engkau tidak terburu-buru berangan-angan dengan sesuatu yang tak pantas diceritakan, dan engkau juga tidak tahu apakah akan terjadi atau tidak. Maka laki-laki ahli ibadah itupun menyadari dengan apa yang telah dikisahkan oleh isterinya.

Kemudian si wanita itu melahirkan seorang laki-laki yang tampan dan ayahnya sangat gembira. Setelah sekian hari, tibalah si isteri untuk bersuci. Danberkatalah si isteri kepada laki-laki ahli ibadah itu; “Duduklah engkau menemani anak laki-lakimu, karena aku akan pergi ke kamar mandi untuk mandi dan nati kembali. Istrerinya meninggalkan dia dan anak laki-lakinya untuk mandi.

Tidak lama kemudian, datanglah seorang utusan raja memanggilnya sementara tak ia dapatkan seseorang yang menjaga bayinya selain tikus jinak yang telah dipeliharanya semenjak kecil, dan ia menurutnya bisa menjaga bayi dan menutup pintu rumahnya dan pergilah ia bersama utusan raja.

Tiba-tiba kemudian keluarlah seekor ular hitam dari balik beberapa batu di rumahnya, lalu si ular mendekati bayinya. Tikus lalau memukulnya, kemudian si ular melompat, dan si tikus kemudian bisa membunuhnya dan memotong-motong tubuhnya sehingga mulutnya penuh dengan darah ular. Ahli ibadah datang dan membuka pintu rumahnya. Tikus menjumpai ahli ibadah seolah-olah ingin memberi berita gembira kepadanya karena telah berhasil membunuh ular, maka tatkala si ahli ibadah melihat mulutnya berlumuran darah sembari ketakutan, si ahli ibadah menyangka bahwasanya ia telah mencekik anaknya dan ia tidak berhati-hati memeriksa persoalannya sehingga tahu persis sebenarnya dan bertindak sewajarnya apa yang harus dilakukan. Ia terburu buru berburuk sangka kepada si tikus dan langsung memukulnya dengan tongkat yang berada ditangannya tepat di pusat kepalanya hingga si tikus tewas.

Ahli ibadah lalu masuk ke dalam rumahnya, dan melihat bayinya dalam keadaan sehat wal afiat sementara di sampingnya ada ular yang telah terpotong-potong. Maka tatkala ia mengetahui kisah sebenarnya dan sadar atas kelakuan jahatnya yang suka terburu-buru, ia menapuk kepalanya seraya berkata; Wahai sekiranya aku tak diberi bayi ini dan tidak melakukan pengkhianatan terhadap si tikus. Dan masuklah isterinya dan didapatkannya suaminya sedang mengomel seperti itu, lalu isteri berujar; Mengapa engkau? Ahli ibadahpun lalu menceritakan kelakuan baik tikusnya dan pembalasannya yang jahat terhadapnya. Maka isterinya lalu mengatakan; Inilah akibat ketergesa-gesaan.


Sumber : Kalilah & Dimnah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih makanan

Karena makanan yang kita makan akan menjadi tubuh kita. Sudah selayaknya kita hanya memilih makanan yang sehat bagi tubuh. Kalau kita menyadari bahwa hidup hanya sekali maka makanan yg kita konsumsi harus benar benar menunjang hidup yang sekali ini. Jangan menumpuk makanan sampah dalam tubuh ini. Makanan sampah yang kita makan sungguh tidak berguna dan akan menjadi sumber pentakit. Karena tubuh menolak jenis makanan itu sehingga tidak bisa bersatu dengan tubuh. Selanjutnya makanan itu akan menjadi beban bagi tubuh. Kemana mana tubuh akan membawanya. Sehingga pergerakan kita menjadi lambat karena kegemukan. Memikirkan kembali makanan yang kita amakan akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Mumpung hidup hanya sekali ayo makan makanan yang sehat saja. Makan bukan untuk menumpuk makanan dalam perut atau tubuh. Makanan diperlukan karena energi dan kandungannya untuk kehidupan organisme yg ada dalam tubuh.

Mengangkat anak

Sebelum aku bersatu dengan matahari, izinkan aku untuk mengangkat anak dari kalangan orang2 miskin minimal 10 anak. Harapanku sih aku bisa mengangkat anak sampai 100 bahkan mungkin lebih. Betapa bahagianya bisa mengangkat anak dan membagikan kebahagiaan yang aku miliki kepada mereka. Aku adalah mathari yang akan memberikan kehangatan bagi penduduk bumi.

Senyum membangkitkan spirit Anda

Thomas A. Edison berkata, " Senyum dengan manusia itu bagaikan matahari dengan sinar. Sesungguhnya senyuman itu walaupun ringan dan sepele, tetapi bila ditebarkan sepanjang hayat niscaya akan menghasilkan kesan baik yang tak pernah terbayangkan dahsyatnya." "Senyuman itu cepat meresap masuk ke dalam diri Anda dan menjadikan Anda merasa senang dan dapat membangkitkan spirit."