Booker T. Washington berjuang
keras melawan prasangka buruk kaum kulit putih untuk mendirikan Institut
Tuskegee di Alabama. Suatu hari di saat dia melewati rumah seorang wanita kaya
raya yang menganggapnya hanya orang kulit hitam belaka, didengarnya wanita itu
berseru, “Hei, kemarilah, aku perlu orang untuk membelah-belah kayu.”
Tanpa berkata sepatah kata pun,
Washington menyingsikan lengan jaketnya, mengambil kampak, lalu bekerja, bukan
hanya membelah-belah setumpuk kayu, tetapi juga membawanya ke dalam rumah.
Dia baru saja melangkah pergi
ketika seorang pembantu berkata, “Dia Profesor Washington, Bu.” Dengan sangat
malu, wanita itu mendatangi Institut Tuskegee untuk minta maaf. Sang pendidik
menjawab, “Tidak perlu minta maaf, Bu. Aku senang membantu teman-temanku.”
Wanita itu menjadi salah seorang pendukung Tuskegee yang paling ramah dan
dermawan. Washington tidak mau merasa terganggu oleh hinaan atau tuntutan.
Clarence W. Hall
Reader’s Digest
Komentar
Posting Komentar