seperti pola pada makanan
proses kecanduan pun mirip
kita bisa kecanduan alkohol
kita bisa kecanduan obat-obatan
kita bisa kecanduan narkoba
kita bisa kecanduan makanan
kita bisa kecanduan sex
kita bisa kecanduan emosi
kita bisa kecanduan berfantasi
kita bisa kecanduan sukses
kita bisa kecanduan kemenangan
kita bisa kecanduan penderitaan
kita bisa kecanduan miskin
kita bisa kecanduan kaya
semua itu akan menjadi kecanduan yang seakan tidak bisa lepas dari kita
kita yang kecanduan alkohol, karena mikroorganisme dalam tubuh kita sudah biasa disuapin alkohol sebagai makanan, ketika alkohol berkurang dalam mikroorganisme tubuh kita, mereka akan berteriak untuk mengisinya. terus dan terus.
kita yang kecanduan obat-obatan, akan bersikap sama, mikroorganisme dalam tubuh kita lebih mengandalkan bantuan dari luar untuk mengatasi gangguan dari luar, tanpa pernah susah payah untuk menciptakan imunisasi dalam tubuhnya.
kita yang keacnduan narkoba, akan selalu meminta kembali, akibat mikroorganisme dalam tubuh kita akan sangat menikmati suasana rilex dan menyakitkan yang diakibatkan oleh narkoba.
kita yang kecanduan makanan, terus dan terus mikroorganiusme dalam tubuh kita akan memerintah kita untuk memenuhi kebutuhan nya yang sangat lapar dan jumlah nya sangat banyak, ketika jumlah asupannya berkurang akan berteriak dengan lantang, dan ini akan menimbulkan sensasi rasa yang lapar dalam otak. oh no.
mereka yang kecanduan sex, juga akan terus berfantasi untuk melakukan sex. karena dengan ini tubuh mikroorgnaisme akan terpuaskan, bukan tubuh kita secara riil yang akan menikmati kegiatan ini, tapi milyaran mikroorganisme dalam tubuh ini akan mendorong kita untuk melakukan sex. selain sebagai pemuas kesenangan mereka. mereka juga berharap untuk keluar dari tubuh yang mulai menua ini. untuk menjhadi mikroognisme yang berada dalam tubuh yang baru.
mereka yang kecanduan emosi, akan melakukan itu berulang-dan berulang. karena mikroorganisme yang ada dalam tubuh ini merekam berbagai kegiatan emosi yang kita lakukan dan akan muncul kembali secara tidak terduga, ketika suasana yang sama muncul. maka nya bisa jadi kita berusaha mengendalikan, tapi kita gagal. kita kalah pemungutan suara dalam tubuh kita yang dilakuakn oleh para pemilih yang berupa mikroorganisme itu. dan akhirnya kita kalah. dan sepertinya kita akan menyerah untuk memperbaiki diri.
proses kecanduan pun mirip
kita bisa kecanduan alkohol
kita bisa kecanduan obat-obatan
kita bisa kecanduan narkoba
kita bisa kecanduan makanan
kita bisa kecanduan sex
kita bisa kecanduan emosi
kita bisa kecanduan berfantasi
kita bisa kecanduan sukses
kita bisa kecanduan kemenangan
kita bisa kecanduan penderitaan
kita bisa kecanduan miskin
kita bisa kecanduan kaya
semua itu akan menjadi kecanduan yang seakan tidak bisa lepas dari kita
kita yang kecanduan alkohol, karena mikroorganisme dalam tubuh kita sudah biasa disuapin alkohol sebagai makanan, ketika alkohol berkurang dalam mikroorganisme tubuh kita, mereka akan berteriak untuk mengisinya. terus dan terus.
kita yang kecanduan obat-obatan, akan bersikap sama, mikroorganisme dalam tubuh kita lebih mengandalkan bantuan dari luar untuk mengatasi gangguan dari luar, tanpa pernah susah payah untuk menciptakan imunisasi dalam tubuhnya.
kita yang keacnduan narkoba, akan selalu meminta kembali, akibat mikroorganisme dalam tubuh kita akan sangat menikmati suasana rilex dan menyakitkan yang diakibatkan oleh narkoba.
kita yang kecanduan makanan, terus dan terus mikroorganiusme dalam tubuh kita akan memerintah kita untuk memenuhi kebutuhan nya yang sangat lapar dan jumlah nya sangat banyak, ketika jumlah asupannya berkurang akan berteriak dengan lantang, dan ini akan menimbulkan sensasi rasa yang lapar dalam otak. oh no.
mereka yang kecanduan sex, juga akan terus berfantasi untuk melakukan sex. karena dengan ini tubuh mikroorgnaisme akan terpuaskan, bukan tubuh kita secara riil yang akan menikmati kegiatan ini, tapi milyaran mikroorganisme dalam tubuh ini akan mendorong kita untuk melakukan sex. selain sebagai pemuas kesenangan mereka. mereka juga berharap untuk keluar dari tubuh yang mulai menua ini. untuk menjhadi mikroognisme yang berada dalam tubuh yang baru.
mereka yang kecanduan emosi, akan melakukan itu berulang-dan berulang. karena mikroorganisme yang ada dalam tubuh ini merekam berbagai kegiatan emosi yang kita lakukan dan akan muncul kembali secara tidak terduga, ketika suasana yang sama muncul. maka nya bisa jadi kita berusaha mengendalikan, tapi kita gagal. kita kalah pemungutan suara dalam tubuh kita yang dilakuakn oleh para pemilih yang berupa mikroorganisme itu. dan akhirnya kita kalah. dan sepertinya kita akan menyerah untuk memperbaiki diri.
Komentar
Posting Komentar