Aku hanyalah generasi terdahulu bagi anak2 ku. Aku tidak bisa memaksakan pemikiran pada anakku. Karena pemikiran ku pastilah sudah usang bagi dia. Aku biarkan anakku memiliki pemikiran yang bebas sesuai generasinya. Biar dia bisa melejit bersama zamannya. Aku tak mungkin mengikat mereka dengan pikiran yg usang dan kolot yang aku miliki.
Yang mungkin aku bisa sumbangkan kepada mereka adalah kata kata yg universal sifatnya peninggalan nenek motang dan generasi pendahulu. Yang masih dipkaia sebagai sesuatu kebenaran. Mereka mungkin kadang butuh arah, dan hanya itu yang bisa kuberikan sebuah arah. Mereka harus bergerak sendiri.
Kadang dalam tahap tertentu aku hanya menyediakan bahan dan sarana. Mendukung apa yang dia inginkan. Dunia anakku pasti jauh lebih kompleks daripada yang pernah aku alami. Duniaku begitu berbeda dan begitu sederhana. Dunia yg kualami telah membentuk diriku seperti ini. Dunia mereka pasti lebih menarik dan penuh kejutan. Mereka butuh penyelesaian yang lebih komprehensip dibandingkan dengan yang aku miliki.
Mereka kadang terlihat bergantung padaku. Tapi secara tidak langsung aku melepaskan ikatan itu. Walaupun mereka tidak menyadarinya. Aku tak mau menutupi keajaiban dunianya. Pastilah zamannya lebih penuh warna dan penuh kejutan.
Mereka secara hukum memang anakku, tetapi mereka adalah human yang merdeka mereka bebas. Mereka punya hak azasi yang ku jamin kebebasannya. Mereka adalah individu yang berbeda. Mereka pantas menjalankan hidup dengan caranya sendiri.
Aku yakin ketika mereka hidup tanpa ada tekanan dariku pastilah mereka hidup pada zaman yang murni zamannya. Mereka adalah individu yang terpisah. Bukan milikku tapi mereka adalah milik Sang pencipta. Taku hanya dititipi untuk menjaganya.
Yang mungkin aku bisa sumbangkan kepada mereka adalah kata kata yg universal sifatnya peninggalan nenek motang dan generasi pendahulu. Yang masih dipkaia sebagai sesuatu kebenaran. Mereka mungkin kadang butuh arah, dan hanya itu yang bisa kuberikan sebuah arah. Mereka harus bergerak sendiri.
Kadang dalam tahap tertentu aku hanya menyediakan bahan dan sarana. Mendukung apa yang dia inginkan. Dunia anakku pasti jauh lebih kompleks daripada yang pernah aku alami. Duniaku begitu berbeda dan begitu sederhana. Dunia yg kualami telah membentuk diriku seperti ini. Dunia mereka pasti lebih menarik dan penuh kejutan. Mereka butuh penyelesaian yang lebih komprehensip dibandingkan dengan yang aku miliki.
Mereka kadang terlihat bergantung padaku. Tapi secara tidak langsung aku melepaskan ikatan itu. Walaupun mereka tidak menyadarinya. Aku tak mau menutupi keajaiban dunianya. Pastilah zamannya lebih penuh warna dan penuh kejutan.
Mereka secara hukum memang anakku, tetapi mereka adalah human yang merdeka mereka bebas. Mereka punya hak azasi yang ku jamin kebebasannya. Mereka adalah individu yang berbeda. Mereka pantas menjalankan hidup dengan caranya sendiri.
Aku yakin ketika mereka hidup tanpa ada tekanan dariku pastilah mereka hidup pada zaman yang murni zamannya. Mereka adalah individu yang terpisah. Bukan milikku tapi mereka adalah milik Sang pencipta. Taku hanya dititipi untuk menjaganya.
Komentar
Posting Komentar