Langsung ke konten utama

Carl Pemilik Restoran Symposium Montreal, Canada


“Apa pun yang kauhabiskan akan hilang.
Apa pun yang kau simpan, orang lain akan dapatkan.
Apa pun yang kau berikan, itulah milikmu selamanya.”
DR. Will Rose


Saat itu hampir pukul dua dini hari dan Carl belum juga bisa memejamkan mata. Dia terbaring di atas tempat tidurnya sembari memegang di tangannya selembar uang kertas senilai seratus dollar. Itulah satu-satunya uang yang tersisa. Dia telah diberhentikan dari tempatnya bekerja dan tidak punya penghasilan lain untuk menutupi utang-utangnya atau membayar uang sewa atau bahkan untuk membeli makanan. Karena dia masih terjaga, Carl memutuskan membuka surat-surat yang seminggu belum dia baca. Dia membuka surat pertama dan itu dari bank yang memintanya agar mengembalikan pinjamannya. Dia membuka surat kedua dan itu dari perusahaan kartu kredit yang membatalkan kartu kreditnya karena dia sudah tidak membayar angsurannya selama tiga bulan. Surat yang ketiga dari pemilik rumah yang mengatakan bahwa jika dia tidak membayar uang sewa yang sudah terlambat ini maka pemilik rumah akan mengambil langkah hukum untuk menuntutnya.

Carl berheti di tiik itu dan tidak ingin melanjutkan membaca surat-suratnya. Dia duduk di lantai menatap langit-langit, dengan air mata berlinang di matanya dia berkata, “Ya Tuhan, tolong bantu aku! Aku sendirian, tak berdaya, dan melarat. Aku tak punya pekerjaan dan aku akan segera terdampar di jalanan. Tolong bantulah aku, Tuhan.” Dia tersedu hingga jatuh tertidur.

Carl terbangun sekitar pukul sepuluh pagi. Ia berpakaian dan keluar untuk mencari pekerjaan. Dia mengunjungi dua puluh toko dan perusahaan yang berbeda tetapi semua usahanya sia-sia , semuanya menolak dia. Maka Carl memutuskan untuk membeli sndwich dan kemudian pulang.

Ditengah perjalanan menuju restoran, di jalan yang padat dan sibuk, dia memperhatikan seorang perempuan renta berusia kira-kira delapan puluhan yang sedang berusaha menyeberang jalan. Saat itu banyak sekali kendaraan yang melaju, mobil-mobil melesat cepat dari dua arah. Carl berteriak, “Hati-hati, Bu! Awas!” tetapi nenek itu tak bisa mendengarnya dan terus saja melangkah untuk menyeberang jalan. Carl berlari ke arahnya, menggamit tanggannya dan membantu perempuan itu menyeberang jalan dengan selamat.

Dengan air mata berlinang, perempuan itu berkata, “Kenapa kamu menyelamatkanku? Aku ingin mati!” Carl bertanya, “Kenapa?” Dia menjawab, “ Seperti yang kamu lihat, aku sudah renta, kesepian, sakit-sakitan dan miskin. Aku tidak punya tempat untuk tinggal, tak seorangpun yang memedulikanku, dan aku belum makan apa-apa selama tiga hari.” Tanpa ragu sedikit pun, Carl menawarkan tangannya untuk menggandeng perempuan itu menuju restoran dan membelikannya makanan, duduk berbicara dengannya sampai perempuan itu selesai makan. Kemudian dia memberikan uang kembalian dari uang seratus dollar satu-satunya yang dia miliki, mendoakan keberhasilan untuk perempuan itu, berkata kepada dirinya, “Yah, aku yakin Tuhan tidak pernah meninggalkanku.”

Tiba-tiba dia melihat seorang lelaki menyeberang jalan dan berlalri kearahnya. “Maaf!” dia memanggil, “Saya melihat apa yang Anda lakukan dan betapa baiknya Anda kepada perempuan itu. Saya ada perasaan bahwa Anda memberikan semua uang Anda kepadanya, benarkah?” Carl menjawab, “Saya harus. Menyelamatkan hidupnya jauh lebih penting bagi saya daripada uang.”

Orang itu berkata, “Saya pemilik restoran tadi dan saya membutuhkan orang seperti Anda untuk menjaga dan memperhatikan para pelanggan. Maukah Anda bekerja bersama saya? Carl menjawab, “Tapi saya tidak mempunyai pengalaman.” Orang itu berkata, “Saya akan mengajarkannya kepada Anda, dan saya yakin Anda akan belajar dengan cepat dan sangat baik. Bagaimana menurut Anda?” Carl menerimanya dan mereka berdua kembali ke restoran untuk memulai pelatihan.

Pada akhir hari orang itu memberi Carl jadwal kerjanya selama seminggu dan lima ratus dollar sebagai uang muka sehingga dia bisa melunasi beberapa utangnya dan membayar uang sewa. Carl berterima kasih kepadanya dan kembali ke rumah dengan perasaan sangat bahagia.

Hal pertama yang dilakukannya adalah berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang Dia berikan. Keesokan harinya dia bangun pagi-pagi sekali dan pergi ke restoran. Dia membersihkan semua meja, menyapu lantai, membersihkan peralatan makan dan mengatur meja-meja. Pemilik restoran sangat puas dengan pekerjaannya dan terus mengajarkan Carl semua rahasia manajemennya sampai Carl menjadi aset yang sangat diperlukan untuk bisinis restoran ini.

Restoran itu semakin banyak mendapatkan pelanggan dan memberikan hasil yang lebih baik. Suatu hari, pemilik restoran bertanya apakah Carl ingin menjadi partner bisnisnya. Carl menjawab, “Saya akan sangat terhormat, tapi saya tidak punya uang. Orang itu berkata, “Yah dalam banyak cara, Anda sebenarnya sudah menjadi partner saya, dengan pengetahuan dan dedikasi Anda pada pekerjaan. Bagaimana jika kita berdua bersepakat mengenai sejumlah uang yang saya potong dari gaji Anda setiap minggu, sampai Anda menjadi pemilik setengah dari restoran ini?” Carl setuju.

Waktu terus berlalu dan lima tahun kemudian sang pemilik restoran, bertanya kepada Carl apakah dia ingin membeli sahamnya, karena dia sudah berkecimpung selama bertahun-tahun dan tidak bisa bekerja lagi. Carl setuju.

Sekarang Carl adalah pemilik restoran Symposium di Montreal dan setiap rabu memberikan kuliah kepada komunitasnya mengenai rahasia keberhasilannya : kekuatan memberi.



Sumber :Personal Power - Dr. Ibrahim Elfiky

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih makanan

Karena makanan yang kita makan akan menjadi tubuh kita. Sudah selayaknya kita hanya memilih makanan yang sehat bagi tubuh. Kalau kita menyadari bahwa hidup hanya sekali maka makanan yg kita konsumsi harus benar benar menunjang hidup yang sekali ini. Jangan menumpuk makanan sampah dalam tubuh ini. Makanan sampah yang kita makan sungguh tidak berguna dan akan menjadi sumber pentakit. Karena tubuh menolak jenis makanan itu sehingga tidak bisa bersatu dengan tubuh. Selanjutnya makanan itu akan menjadi beban bagi tubuh. Kemana mana tubuh akan membawanya. Sehingga pergerakan kita menjadi lambat karena kegemukan. Memikirkan kembali makanan yang kita amakan akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Mumpung hidup hanya sekali ayo makan makanan yang sehat saja. Makan bukan untuk menumpuk makanan dalam perut atau tubuh. Makanan diperlukan karena energi dan kandungannya untuk kehidupan organisme yg ada dalam tubuh.

Mengangkat anak

Sebelum aku bersatu dengan matahari, izinkan aku untuk mengangkat anak dari kalangan orang2 miskin minimal 10 anak. Harapanku sih aku bisa mengangkat anak sampai 100 bahkan mungkin lebih. Betapa bahagianya bisa mengangkat anak dan membagikan kebahagiaan yang aku miliki kepada mereka. Aku adalah mathari yang akan memberikan kehangatan bagi penduduk bumi.

Senyum membangkitkan spirit Anda

Thomas A. Edison berkata, " Senyum dengan manusia itu bagaikan matahari dengan sinar. Sesungguhnya senyuman itu walaupun ringan dan sepele, tetapi bila ditebarkan sepanjang hayat niscaya akan menghasilkan kesan baik yang tak pernah terbayangkan dahsyatnya." "Senyuman itu cepat meresap masuk ke dalam diri Anda dan menjadikan Anda merasa senang dan dapat membangkitkan spirit."