Semua orang mempunyai sesuatu yang sangat berharga,
tapi mereka tidak memikirkannya.
Mencius
Sylvester Stalone mempunyai
impian menjadi seorang superstar, miliuner, dan menginspirasi orang-orang serta
membantu mereka mengatasi ketakutan dan kegagalan. Dia pun melamar ke setiap
agensi seni peran yang bisa dia temukan tetapi di tolak dan ditertawakan karena
penampilan dan caranya berbicara. Sylvester bilang dia ditolak sebanyak 1.500
kali oleh agen-agen di New York.
Suatu ketika, dia menungu
sepanjang hari dan sepanjang malam untuk bertemu dengan manajer sebuah agen. Sang
manajer terkejut dengan kegigihan Sylvester, maka ia akhirnya setuju untuk
menemuinya. Sang manajer memberinya peran di sebuah film, tetapi peran itu
hanya sebagai orang yang dipukuli dalam perkelahian. Setelah film pertama ini,
dia menerima tiga lagi peran yang hampir semuanya sebagai orang dipukuli dalam
perkelahian. Tetapi Sylvester tidak puas sehingga ia pun berhenti. Pada saat
itu, dia menhgadapi beberapa tantangan serius: dia tidak punya uang, tak ada
pekerjaan, dan istrinya meninggalkan dia. Yang tertinggal hanyalah anjingnya,
yang dia cintai melebihi apa pun di dunia ini.
Tidak ada pemanas ruangan di
tempat dia tinggal, maka pada suatu hari yang dingin dia pergi ke perpustakaan
umu untuk menghangatkan diri dan membaca kisah-kisah sukses dengan harapan
buku-buku itu akan menginspirasinya. Dia pun terinspirasi untuk menulis dan
bisa menjual ceritanya seharga $100. Uang itu bisa digunakan untuk membayar
sewa tempat tinggal dan membeli makanan, tapi segera setelahnya dia kembali
lapar dan depresi. Amak dia memutuskan untuk menjual anjingnya! Itu slaah satu
hal terburuk dalam hidupnya. Dia berdiri di depan sebuah toko di bagian kota
New York yang ramai, mencoba menjual anjingnya seharga $50! Dengan air mata
berlinang dia pergi, dan sekarang tak punya satu pun untuk dipedulikan, tidak
juga sahabat terbaiknya, anjingnya. Dua minggu kemudian dia sedang berdiri di
depan sebuah kedai kopi, menyaksikan Muhammad Ali sedangh bertanding tinju di
televisi.
Ali sedang dalam kondisi
terbaiknya dan memukul lawannya dengan keras, namun lawan mainnya tidak ingin
menyerah begitu saja. Hal ini berlangsung terus menerus sampai wasit
menghentikan pertandingan dan mengumumkan Muhammad Ali sebagai pemenangnya.
Sylvester terinspirasi oleh keteguhan lawan main Muhammad Ali yang terus
berjuang apa pun yang terjadi. Sylvester duduk dan mulai menulis, selama dua
puluh jam penuh, menuliskan kisah yang disebut Rocky, dan kemudian pergi untuk
menjual cerita itu. Dia mengunjungi setiap agen New York dan ditolak oleh
semuanya. Tak seorang pun ingin membeli ceritanya. Namun dia tidak menyerah. Dia
terus saja kembali kepada agen-agen itu untuk berusaha menjualnya dan akhirnya
satu orang membacanya dan menawarkan $120.000 untuk membeli cerita itu. Sylvester
tidak bisa memercayai pendengarnnya, anmun kemudian menambahkan syarat yang dia
miliki: “Saya setuju, tapi saya ingin berperan sebagai pemain utama dalam film
ini.” Mereka menolak karena dia tidak terkenal, tidak punya pengalaman,
suaranya aneh, dan cara bicaranya lucu: bahwa dia bisa menjadi risiko yang
besar bagi produser. Mereka ingin memakai seorang bintang untuk menjadi pemeran
utama.
Ketika sylvester mendengar hal
itu, dia menolak menjualnya kepada mereka! Dia menolak $ 120.000, meskipun
kondisinya saat itu sedang kelaparan! Bisa Anda bayangkan? Dia berjalan
meninggalkan tempat itu dengan membawa ceritanya, megetahui bahwa suatu hari
seorang akan memercayainya dan dia akan membuktikan kepada dunia bahwa dia
adalah seorang bintang. Dua hari kemudian, manajer dari agen yang sama
menelponya lagi dan kali ini menawarkan $250.000 untuk membeli ceritanya dengan
syarat Sylvester setuju untuk menyerahkan peran utama kepada orang lain. Sekali
lagi dia menolak. Dia menolak $250.000 karena dia yakin sekali dirinya akan
berhasil.
Satu minggu kemudian manajer itu
menelponnya lagi dan menawarkan $350.000 dan sekali lagi Sylvester menolak. Kali
ini sang manajer bersedia melakukan kompromi dan berkata, “ Kami percaya cerita
Anda bagus dan akan berhasil, tapi karena Anda berkeras untuk berperan di
dalamnya, maka risikonya juga harus dibagi.” Meraka menawarinya $35.000 dan
menawarkan persentasi penjualan. Sylvester setuju tanpa sedikit pun ragu. Dia menolak
bayaran $350.000 dan hanya menerima $35.000 demi mencapai impiannya.
Yang pertama dia lakukan dengan
uang tersebut adalah, mendapatkan temannya kembali. Maka dia pun berdiri di
depan toko yang sama di bagian kota New york yang ramai. Dia terus pergi ke
sana selama tiga hari dan akhirnya melihat lelaki yang telah membeli anjingnya.
Dia menawarkan $100 untuk membeli anjing itu kembali, tetapi oran itu menolak. Dia
menawarkan $500 lalu $1000, dan semua tawarannya di tolak sampai akhirnya
mereka mencapai kesepakatan $15.000 dan sebuah peran untuknya dan juga untuk
anjing itu! Dan Sylvester pun mendapatkan anjingnya kembali.
Tentu saja, kisah film Rocky
tersebut melegenda: para produser menghabiskan $1 juta untuk memproduksi film
ini dan menghasilkan $ 400 juta!
Sekarang Sylvester Stalone
menghidupi impiannya. Dia menjadi seorang miliuner, seorang bintang yang
menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.
Komentar
Posting Komentar