Langsung ke konten utama

Raja yang tidak bahagia

Ada sebuah kisah mengenai seorang raja yang memiliki segalanya yang diinginkan manusia. Dia muda, kaya, kuat dan sangat tampan. Diukur dengan standar siapa pun dia seharusnya sangat bahagia. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, dia sangat tidak bahagia dan menyedihkan sehingga itu mempengarugi perilaku dan keputusan-keputusannya. suatu hari ia pun mengumpulkan semua penasihatnya dan meminta mereka menemukan obat bagi ketidakbahagiaannya. Mereka semua sepakat bahwa sang raja memerlukan perubahan.

Seorang penasihat mengusulkan perjalanan panjang untuk berburu, yang lain mengusulkan agar raja mendekorasi ulang seluruh istana, dan sebagainya. Raja tak menyukai satu pun dari usulan-usulan itu. Akhirnya, seseorang lelaki tua yang dikenal kearifannya berkata, "Tuanku Yang Mulia, saya telah mendengar tentang seorang lelaki yang tinggal di puncak gunung. Dia sangat miskin tetapi luar biasa bahagia. Mungkin Baginda bisa mengambil bajunya dan memakainya. Dan karena orang itu selalu mengenakan pakaian itu, mungkin baginda juga akan bahagia ketika mengenakannya."

Sang raja menyukai gagasan ini, maka ia pun segera berangkat meninggalkan istana bersama para pengawalnya, membawa berbagai hadiah untuk ditawarkan kepada lelaki itu. Ketika mereka tiba di puncak gunung, raja mendekati lelaki itu dan berkata, "Sayan sangat tidak bahagia dan diberitahu bahwa engkau adalah orang yang sangat bahagia. Jadi aku datang kepadamu untuk memintamu memberikan pakaian itu agar aku bisa mengenakannya dan menjadi bahagia sepertimu."

Tanpa bimbang dan ragu orang itu melepaskan pakaian yang sedang dikenakannya dan memberikannya kepada sang raja. Raja mengambil pakaian itu dan meminta para pengawalnya memberikan kepada orang itu berbagai hadiah yang telah mereka bawa. Tapi yang mengejutkan bagi raja, lelaki itu dengan sopan menolak. Raja pun kembali ke istananya dan mengenakan pakaian orang itu dan dia tetap tidak bahagia, meski raja mengenakan pakaian itu sepanjang waktu.

Akhirnya raja memutuskan untuk kembali mengunjungi orang bahagia itu di puncak gunung, tetapi kali ini ia pergi sendiri.

Ketika raja tiba di puncak gunung, dia mendapati lelaki itu bahkan lebih bahagia daripada sebelumnya. Raja bertanya kepadanya, " Dulu kamu bahagia ketika memiliki pakaianmu, dan sekarang kamu tidak punya pakaian tetapi bahkan lebih bahagia. Aku dulu tak bahagia sebelum mengambil pakaianmu dan sekarang bahkan lebih tidak bahagia meskipun aku mengenakan pakaianmu sepanjang hari. apakah gerangan rahasiamu?" Dengan senyum hangat yang mengembang di wajahnya, lelaki itu menjawab, " Yang mulia, kebahagiaan adalah pekerjaan hati. Kebahagiaan adalah menjadi terhubung dengan Tuhan dan memberi kepada sesama. Maka saya telah dan akan selalu bahagia karena saya mencintai Tuhan dari lubuk hati saya yang terdalam, dan ketika Baginda datang kepada sya tempo hari, saya memberi. Itu bahkan membuat saya lebih bahagia lagi.

"Wahai Rajaku, jika Tuanku  benar-benar menginginkan kebahagiaan, carilah ia di dalam diri Baginda. Dekatkanlah diri kepada Tuhan dan jadilah seorang dermawan."

Untuk pertama kalinya selama hidup, sang raja memahami penyebab ketidakbahagiaannya. Dia berterima kasih kepada lelaki itu dan kembali ke istananya. Yang pertama dilakukan raja ketika tiba di istana adalah memberi makan semua orang miskin yang hidup di kerajaannya. Dia belajar cara bersembahyang serta berdoa, dan menjadi semakin dekat dengan Tuhan. Raja jadi lebih bahagia daripada yang pernah ia bayangkan sebelumnya, karena dia telah menemukan rahasia kebahagiaan sejati.

"Undanglah Tuhan ke dalam hidup Anda dan jadilah seorang dermawan."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih makanan

Karena makanan yang kita makan akan menjadi tubuh kita. Sudah selayaknya kita hanya memilih makanan yang sehat bagi tubuh. Kalau kita menyadari bahwa hidup hanya sekali maka makanan yg kita konsumsi harus benar benar menunjang hidup yang sekali ini. Jangan menumpuk makanan sampah dalam tubuh ini. Makanan sampah yang kita makan sungguh tidak berguna dan akan menjadi sumber pentakit. Karena tubuh menolak jenis makanan itu sehingga tidak bisa bersatu dengan tubuh. Selanjutnya makanan itu akan menjadi beban bagi tubuh. Kemana mana tubuh akan membawanya. Sehingga pergerakan kita menjadi lambat karena kegemukan. Memikirkan kembali makanan yang kita amakan akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Mumpung hidup hanya sekali ayo makan makanan yang sehat saja. Makan bukan untuk menumpuk makanan dalam perut atau tubuh. Makanan diperlukan karena energi dan kandungannya untuk kehidupan organisme yg ada dalam tubuh.

Mengangkat anak

Sebelum aku bersatu dengan matahari, izinkan aku untuk mengangkat anak dari kalangan orang2 miskin minimal 10 anak. Harapanku sih aku bisa mengangkat anak sampai 100 bahkan mungkin lebih. Betapa bahagianya bisa mengangkat anak dan membagikan kebahagiaan yang aku miliki kepada mereka. Aku adalah mathari yang akan memberikan kehangatan bagi penduduk bumi.

Senyum membangkitkan spirit Anda

Thomas A. Edison berkata, " Senyum dengan manusia itu bagaikan matahari dengan sinar. Sesungguhnya senyuman itu walaupun ringan dan sepele, tetapi bila ditebarkan sepanjang hayat niscaya akan menghasilkan kesan baik yang tak pernah terbayangkan dahsyatnya." "Senyuman itu cepat meresap masuk ke dalam diri Anda dan menjadikan Anda merasa senang dan dapat membangkitkan spirit."