Langsung ke konten utama

Nasihat terakhir seorang ayah.


Dia yang ingin melayani orang lain dengan kebaikan
telah melayani dirinya sendiri.”
-          Konfusius


Pada suatu Jumat malam, seorang ayah mengumpulkan kelima putranya. Dia sedang beranjak menuju usianya yang ke sembilan puluh. Katanya, “Anak-anakku, aku mengumpulkan kalian di sini hari ini untuk memberikan nasihat terakhirku kepada kalian di sini hari ini untuk memberikan nasihat terakhirku kepada kalian. Jika kalian mengikutinya, hidup kalian akan dipenuhi dengan kesenangan. Tapi jika kalian mengabaikannya, kalian akan terbenam dalam lingkaran setan dari tantangan-tantangan kehidupan.”

Putra tertua, Sammy, bertanya, “Nasihat apakah itu, Ayah?” Sang ayah menjawab, “ Berikan semua yang bisa kalian berikan, karena ketika kalian memberi, kalian akan memiliki kedamian batin, dan yang terpenting, Tuhan bahkan akan lebih mencintai kalian.”

Samy berkata, “Ayah, usiaku enam puluh semilan tahun, keluargaku berjumlah dua belas orang. Aku bekerja sebagai penjaga gedung di sebuah gedung apartemen kecil. Aku bekerja sangat keras, dan dengan uang yang kuhasilkan, seperti yang ayah tahu aku hampir tak bisa mencukupi kebutuhan keluargaku. Aku tak punya uang, tak ada waktu dan tak punya pendidikan. Bagaimana bisa aku memberikan sesuatu yang aku tak punya?” Semua anak lainnya menyetujui apa yang dikatakan Sammy, karena mereka semua miskin dan hampir tak bisa memberi makan diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Dengan senyum hangat yang mengembang diwajahnya, sang ayah berkata, “ Kalian selalu bisa memberi lebih dari yang bisa dibeli oleh uang. Kalian bisa memberikan kebaikan kalian, kalian bisa memberikan dukungan, kalian bisa memberikan cinta. Ini semua merupakan ramuan dasar untuk suatu sikap yang baik. Sikap yang ingin kalian semua berikan. Mulai hari ini aku ingin kalian semua memutuskan untuk bersikap dengan sikap yang paling baik yang bisa kalian lakukan. Aku ingin kalian tersenyum kepada orang lain, mengatakan terima kasih dan tolong, menghindari pembicaraan yang negatif dan selalu bersikap positif apa pun yang terjadi. Lakukan ini dengan siapa pun dan setiap orang, maka aku jamin kehidupan kalian tidak akan pernah sama lagi.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih makanan

Karena makanan yang kita makan akan menjadi tubuh kita. Sudah selayaknya kita hanya memilih makanan yang sehat bagi tubuh. Kalau kita menyadari bahwa hidup hanya sekali maka makanan yg kita konsumsi harus benar benar menunjang hidup yang sekali ini. Jangan menumpuk makanan sampah dalam tubuh ini. Makanan sampah yang kita makan sungguh tidak berguna dan akan menjadi sumber pentakit. Karena tubuh menolak jenis makanan itu sehingga tidak bisa bersatu dengan tubuh. Selanjutnya makanan itu akan menjadi beban bagi tubuh. Kemana mana tubuh akan membawanya. Sehingga pergerakan kita menjadi lambat karena kegemukan. Memikirkan kembali makanan yang kita amakan akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Mumpung hidup hanya sekali ayo makan makanan yang sehat saja. Makan bukan untuk menumpuk makanan dalam perut atau tubuh. Makanan diperlukan karena energi dan kandungannya untuk kehidupan organisme yg ada dalam tubuh.

Mengangkat anak

Sebelum aku bersatu dengan matahari, izinkan aku untuk mengangkat anak dari kalangan orang2 miskin minimal 10 anak. Harapanku sih aku bisa mengangkat anak sampai 100 bahkan mungkin lebih. Betapa bahagianya bisa mengangkat anak dan membagikan kebahagiaan yang aku miliki kepada mereka. Aku adalah mathari yang akan memberikan kehangatan bagi penduduk bumi.

Senyum membangkitkan spirit Anda

Thomas A. Edison berkata, " Senyum dengan manusia itu bagaikan matahari dengan sinar. Sesungguhnya senyuman itu walaupun ringan dan sepele, tetapi bila ditebarkan sepanjang hayat niscaya akan menghasilkan kesan baik yang tak pernah terbayangkan dahsyatnya." "Senyuman itu cepat meresap masuk ke dalam diri Anda dan menjadikan Anda merasa senang dan dapat membangkitkan spirit."