Orang lemah tidak bisa memaafkan.
Memaafkan adalah tindakan orang-orang kuat.
Gandhi
Pada suatu Minggu pagi, Ron dan
putranya yang berusia tujuh tahun, Andi, melakukan perjalanan ke pegunungan. Mereka
bersenang-senang dan menikmati waktu bersama. Karena lelah berjalan, Ron
memutuskan untuk beristirahat dan menyiapkan makan siang. Terdapat beberapa gua
di sekitar wilayah itu dan Andi meminta izin ayahnya untuk memasuki salah
satunya untuk melihat-lihat. Ron mengizinkan, dan Andi pun bergegas pergi.
Ketika sudah berada di dala gua,
Andi mendapati gua itu besar dan gelap. Andi sedikit merasa takut. Untuk membuktikan
kepada dirinya bahwa dia berani, dia berteriak dengan suara lantang, “Halo!”
dan dia mendengar suara menjawabnya: “Halo.” Andi jadi lebih takut lagi, tetapi
dia juga penasaran dengan suara itu sehingga dia kembali berkata, “Aku yang
terbaik,” dan suara itu menjawab “Aku yang terbaik”. Setelah itu Andi berkata, “Kamu
bodoh,” dan suara itu menjawab “kamu bodoh”. Sekarang Andi sangat takut dan dia
berlari cepat kembali ke ayahnya. Ia menceritakan apa yang terjadi.
Dengan nada tenag sembari
tersenyum, Ron berkata, “Andi, tak peduli apa pun yang kau berikan kepada
dunia, dunia akan memberikannya untukmu! Andi tak mengerti dan berkata, “Apa
maksud Ayah?” Ron Menjawab, “Andi, apa yang terjadi di dalam tadi tidak lain
adalah suaramu sendiri yang memantul kembali. Jadi, ketika kamu bilang halo,
kamu mendapatkan suara yang sama, dan kamu berteriak kamu bodoh, kamu
mendapatkan kembali hal yang sama. Mulai sekarang, berhati-hatilah dengan apa
yang kau berikan kepada dunia. Jika kau memberikan kebencian, kamu akan
menerima kebencian, kalau kamu memberikan cinta kamu akan menerima cinta, dan
ini disebut ‘hukum kembali’. Hukum ini adalah bagian “hukum universal”, yang
ditentukan oleh pikiran-pikiran kita dan menyebabkan kita bahagia atau tidak
bahagia.”
Andi amat bersemangat ingin
mengetahui gagasan in, dan meminta ayahnya menjelaskan lebih jauh lagi. “Dengan
senang hati, Nak,” jawab Ron. Hukum Kembali menyatakan, “apa yang pergi akan
kembali, apa yang naik akan turun”. Lebih dari dua ribu tahun silam, Socrates
mengatakan, “Jalan menuju ke atas dan jalan menuju ke bawah adalah satu dan
sama! Orang-orang saat itu tak mengerti apa yang dia maksudkan, tetapi dia
merujuk pada Hukum Kembali.”
Andi merenung sejenak, kemudian
bertanya, “Bagaimana aku bisa menggunakan Hukum Kembali dan membuatnya bekerja
yang menguntungkan aku dan bukan merugikan ?” Ron tampak gembira. “Ayah senang
kamu bertanya begitu, Nak. Hari ini, mulailah memberikan cinta kepada siapa pun
yang kamu kenal, maafkan mereka semua, dan doakan kebaikan untuk mereka.
Andi ragu dan berkata, “Tapi,
Ayah, ingat yang dilakukan Michael padaku? Dia curang terhadapku dan dia
mengatakan hal-hal yang kejam mengenai aku kepada anak-anak lain. Apakah ayah
ingin aku memaafkan dia?” Ron menjawab, “Tentu saja, Andi. Maafkan dia, karena
harga yang kamu bayar untuk kebencian dan emosi-emosi negatif jauh lebih besar
daripada harga untuk permaaafan. Cobalah sekarang. Katakan ‘Michael, kau
memaafkanmu atas semua yang kau lakukan kepadaku.”
Andio menurut dan kemudian
berkata sambil tersenyum “Hai, Ayah, ini sangat aneh – aku merasa hebat!” Ayahnya
berkata, “Dan mulai sekarang, Anakku, jadikan permaafan sebagai kawan hidupmu. Denganbegitu,
kamu akan lebih kuat daripada yang pernah kamu bayangkan.”
Komentar
Posting Komentar