Aku percaya pada diriku sendiri dan kemampuanku untuk
sukses.
Aku percaya aku bisa dan akan menjalani hidup sesuai dengan
impianku.
Aku memiliki keyakinan mutlak.
Bruce Lee
Bruce lee lahir di San Francisco,
namun dia pindah kembali ke Cina ketika masih kecil. Dia tumbuh dengan
mempelajari seni bela diri dan seni peran, dan dia menemukan cara mengembangkan
keduanya menjadi ungkapan artistik yang unik.
Ketika dewasa, ia pun kembali ke
Amerika dan mulai mengajar bentuk karate artistik yang baru. Selama hari-hari
perjuangannya, dia menuliskan “sebuah tujuan besar”, merinci tujuan dan
impian-impian sepanjang hidupnya. Prioritas tertingginya adalah menjadi aktor
Asia yang paling terkenal dengan bayaran tertinggi dan aktor seni bela diri
sepanjang zaman. Seperti bintang besar lainnya, dia bersusah payah dan
berjuang. Dia pernah bekerja sebagai tukang cuci piring dan dipecat karena
membela dirinya dari teman kerja yang menyerangnya.
Ia memutuskan untuk belajar,
tetapi di sekolah ia ditantang, dikritik dan diolok-olok sebagai orang Cina. Tetapi
dia mampu menghadapi tantangan-tantangan ini. Ia kemudia bertemu dengan Linda,
perempuan yang kelak menjadi istrinya dan yang menjadi inspirasi di balik
sekolah seni bela diri yang pertama. Mereka menikah dan membuka sebuah sekolah.
Mereka merasa hidup mulai tersenyum kepada meraka, namun itu tak berlangsung
lama.
Bruce melakukan semuanya dengan
baik sampai pada suatu hari dia harus mengahdapi tantangan lain – menhadapi komite
Cina di Amerika yang memintanya berhenti mengajarkan rahasia-rahasia Cina
kepada orang-orang Amerika atau kepada siapa pun. Jika dia menolak, dia akan
harus bertarung dengan guru Kung Fu. Dia setuju untuk bertarung dengan guru
Kung Fu.
Dia tidak menceritakan ini kepada
istrinya. Bruce memenangkan pertarungan dengan cukup adil, tetapi ketika ia
akan meninggalkan arena, si guru Kung Fu menyerangnya dari belakang dengan apa
yang dalam seni bela diri disebut “tendangan melompat”. Bruce pun kemudian
dilarikan ke rumah sakit dan dokter menyatakan kepada istri Bruce bahwa dia
akan lumpuh dari sebatas pinggang ke bawah selama hidupnya dan tidak akan bisa
berjalan lagi.
Dengan adanya berita ini, Bruce
hampir menyerah dan mengakui kekalahannya, tetapi Linda mengatakan padanya
bahwa dia sedang mengandung. Itu menginspirasi Bruce untuk menulis buku seni
bela dirinya yang terkenal. Buku itu menjadi best seller dan Bruce Lee
memutuskan dia akn berjalan. Dia memiliki kepercayaan dan keyakinan yang kuat bahwa
dia bisa melakukannya. Pada saat Linda melahirkan bayi laki-laki mereka. Bruce
Lee punya kejutan untuk istrinya; dia bisa berjalan, dan karena bukunya dia
punya pengikut dari seluruh dunia.
Suatu hari, dalam sebuah
kompetisi internasional, dia ditantang oleh para ahli seni bela diri untuk
membuktikan klaimnya bahwa dia bisa mengalahkan siapa saja dalam waktu kurang
dari 60 detik. Orang yang sama yang telah menyebabkan lumpuh muncul dan
menantangnya.
Linda mengancam akan meninggalkan
Bruce Lee kalau dia menerima tantangan si pembunuh itu, akan tetapi Bruce tidak
bisa dihalangi. Dia mengalahkan orang itu dalam waktu kurang dari 60 detik. Seorang
produser televisi melihatnya dan memintanya untuk berakting dalam serial laga. Bruce
menerimanya tanpa keraguan. Akhirnya impiannya menjadi kenyataan! Tetapi sayangnya
di tengah-tengah season, serialnya dibatalkan dan kemudian diproduksi ulang
tanpa dia.
Bruce merasa hancur dan kembali
ke Cina, di mana di ditawari sebuah peran dalam sebuah film laga. Dia menrimanya
dan film itu menjadi sukses luar biasa. Bruce Lee menjadi sedemikian terkenal
di Cina sampai-sampai produser dan pembuat film yang sama yang telah
mengecewakan kemabli mendekatinya. Dia menjadi daya tarik yang begitu besar
sampai-sampai dia bisa mendapatkan uang yang dia minta, dan itu menjadikan
aktor Asia dengan bayaran paling tinggi sepanjang masa.
Selam kurun waktu ini, Bruce
terus meningkatkan keterampilan seni bela dirinya. Sejak kecil dia
mengembangkan kecepatannya dengan belajar dan berlatih tinju. Dia ingin
memiliki keseimbangan yang menakjubkan, maka dia juga mempelajari basket. Dia tahu
dirinya tidak sekuat banyak orang lain, maka dia mengembangkan kekuatan
tubuhnya dengan angkat beban. Inilah fakta fisik yang dilakoninya.
Sementara itu dia mengembangkan
kekuatan mentalnya dengan membaca dan berlatih meditasi serta mempelajari semua
hal tentang Zen. Dia menjadi artis bela diri paling dihormati di dunia. Segera setelah
film terbainya, Enter the Dragon, dia meninggal karena reaksi terhadap obat
pengurang rasa sakit. Namun demikian dia telah mencapai tujuan-tujuannya dan
hidup sesuai dengan impian-impiannya.
Komentar
Posting Komentar