Senyumanmu di hadapan saudaramu itu adalah sedekah. (HR. Tirmidzi)
Kalian tidak akan mampu menaklukan manusia dengan harta kalian, akan tetapi hendaklah kalian mengalahkan mereka dengan wajah yang berseri-seri dan akhlak yang baik. (HR. Hakim)
Kamu benar-benar jangan meremehkan kebaikan sedikitpun, walau hanya kamu menjumpai saudaramu dengan wajah yang berseri-seri. (HR. Muslim)
Rasulullah SAW tidak pernah merintangi aku sejak aku masuk Islam dan beliau juga tidak pernah bertemu aku, kecuali beliau pasti tersenyum di hadapanku. (HR. Bukhari)
Aku tidak pernah melihat orang yang lebih sering tersenyum dari pada Rasulullah SAW. ( dari Abdullah bin Harits bin Juz')
Salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW berkata, "Nabi Muhammad SAW itu sebagaimana salah seorang lelaki di antara kalian, kecuali bahwa beliau itu adalah manusia yang paling mulia serta lembut tertawa dan tersenyumnya.
Imam Ibnu Qayyim - rahimahullah - berkata, "Sesungguhnya para manusia menjauhi orang yang bersikap kasar, walalupun tingkat atau pemahaman agamanya sudah tinggi. Orang-orang yang suka memperberat diri itu bukanlah para wali yang istimewa. Tiada seorangpun yang menyakiti hati orang-orang yang jujur dan ikhlas, kecuali akan terjadi kerusakan di sana.
Kalian tidak akan mampu menaklukan manusia dengan harta kalian, akan tetapi hendaklah kalian mengalahkan mereka dengan wajah yang berseri-seri dan akhlak yang baik. (HR. Hakim)
Kamu benar-benar jangan meremehkan kebaikan sedikitpun, walau hanya kamu menjumpai saudaramu dengan wajah yang berseri-seri. (HR. Muslim)
Rasulullah SAW tidak pernah merintangi aku sejak aku masuk Islam dan beliau juga tidak pernah bertemu aku, kecuali beliau pasti tersenyum di hadapanku. (HR. Bukhari)
Aku tidak pernah melihat orang yang lebih sering tersenyum dari pada Rasulullah SAW. ( dari Abdullah bin Harits bin Juz')
Salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW berkata, "Nabi Muhammad SAW itu sebagaimana salah seorang lelaki di antara kalian, kecuali bahwa beliau itu adalah manusia yang paling mulia serta lembut tertawa dan tersenyumnya.
Imam Ibnu Qayyim - rahimahullah - berkata, "Sesungguhnya para manusia menjauhi orang yang bersikap kasar, walalupun tingkat atau pemahaman agamanya sudah tinggi. Orang-orang yang suka memperberat diri itu bukanlah para wali yang istimewa. Tiada seorangpun yang menyakiti hati orang-orang yang jujur dan ikhlas, kecuali akan terjadi kerusakan di sana.
Komentar
Posting Komentar