Mengapa di dunia ini ada orang yang memiliki uang sangat banyak tetapi ada orang yang memiliki uang sangat sedikit, bahkan ada yang tidak memiliki uang sama sekali. Mengapa bisa berbeda begitu? Kalau uang itu adalah berbentuk emas atau berlian, masih masuk akal. Karena hanya orang yang mempunyai sumber daya saja yang akan menikmati kelebihan itu. Pada kenyataan nya uang kita terbuat dari kertas dan hanya sedikit uang logam yang nilainya tidak material. Uang logam hanya digunakan sebagai alat tukar yang nilainya relatif kecil.
Seyogyanya uang yang dimiliki setiap orang terdistribusi secara adil di dunia ini. Bukankah yang mencetak uang adalah kita manusia diwakili oleh pemerintah masing-masing. Ketimpangan akan terus terjadi jika tidak dipikrkan cara mendistribusikan uang secara adil. Sebenarnya bisa saja pemerintah dengan start awal membagikan uang secara merata kepada seluruh penduduk. semua kebagian sama banyak. Sebenarnya saya ikut pusing juga menuliskan ini, tapi aku merasa ada sesutu yang salah atas tidak meratanya kepemilikan uang.
Bukan nasib atau takdir kita memiliki uang hanya segini, tapi ini aku pikir melibatkan permainan tingkat tinggi yang sulit dipahami oleh orang awam. Ingat zaman dahulu di Amerika, keluarga JP Morgan mampu mencetak uang sendiri, karena memiliki bank. Dan kekayaan itu sampai sekarang terwariskan kepada anak cucunya.
Orang-orang kaya di negeri ini juga, entah karena dahulu mengerti atau lebih rakus dari yang lain menguasai banyak aset, terutama berupa tanah. yang sejatinya dahulu kepemilikan tanah hanya sekedar pengakuan. Karena tanah pada saat itu tidak bertuan. Tanah pada zaman itu tidak ada pemiliknya. Tidak ada surat kepemilikan. Sampai sekarangpun di negara ini masih banyak tanah yang belum bersertifikat. Coba bayangkan kalau dulu kakek nenek kita adalah orang yang mengerti tentang kepemilikan ini. Pastilah mereka akan menjadi kaya raya, setidaknya anak cucunya.
Lihatlah orang-orang yang mengaku bangsawan dan kaum raja di negeri ini, setidaknya mereka memiliki kemakmuran karena kekuasaan atas penguasaan aset-aset tertentu terutama wilayah.
Aku tak tahulah zaman dahulu seperti apa, tapi setidaknya sekarang mesti ada pembenahan yang maksimal. Supaya setiap penduduk negeri ini menikmati negerinya dan tinggal di bumi ini dengan layak.
Pada zaman sekarangpun sejatinya orang yang memiliki bank bisa mencetak uang sendiri, minimal melalui penerbitan surat utang, bukan kah demikian? Bukankah surat utang itu adalah uang? Bukankah obligasi itu adalah uang? Kalau kita mau mencetak uang dengan gampang adalah dengan menerbitkan surat obligasi. Betulkah demikian?
Seyogyanya uang yang dimiliki setiap orang terdistribusi secara adil di dunia ini. Bukankah yang mencetak uang adalah kita manusia diwakili oleh pemerintah masing-masing. Ketimpangan akan terus terjadi jika tidak dipikrkan cara mendistribusikan uang secara adil. Sebenarnya bisa saja pemerintah dengan start awal membagikan uang secara merata kepada seluruh penduduk. semua kebagian sama banyak. Sebenarnya saya ikut pusing juga menuliskan ini, tapi aku merasa ada sesutu yang salah atas tidak meratanya kepemilikan uang.
Bukan nasib atau takdir kita memiliki uang hanya segini, tapi ini aku pikir melibatkan permainan tingkat tinggi yang sulit dipahami oleh orang awam. Ingat zaman dahulu di Amerika, keluarga JP Morgan mampu mencetak uang sendiri, karena memiliki bank. Dan kekayaan itu sampai sekarang terwariskan kepada anak cucunya.
Orang-orang kaya di negeri ini juga, entah karena dahulu mengerti atau lebih rakus dari yang lain menguasai banyak aset, terutama berupa tanah. yang sejatinya dahulu kepemilikan tanah hanya sekedar pengakuan. Karena tanah pada saat itu tidak bertuan. Tanah pada zaman itu tidak ada pemiliknya. Tidak ada surat kepemilikan. Sampai sekarangpun di negara ini masih banyak tanah yang belum bersertifikat. Coba bayangkan kalau dulu kakek nenek kita adalah orang yang mengerti tentang kepemilikan ini. Pastilah mereka akan menjadi kaya raya, setidaknya anak cucunya.
Lihatlah orang-orang yang mengaku bangsawan dan kaum raja di negeri ini, setidaknya mereka memiliki kemakmuran karena kekuasaan atas penguasaan aset-aset tertentu terutama wilayah.
Aku tak tahulah zaman dahulu seperti apa, tapi setidaknya sekarang mesti ada pembenahan yang maksimal. Supaya setiap penduduk negeri ini menikmati negerinya dan tinggal di bumi ini dengan layak.
Pada zaman sekarangpun sejatinya orang yang memiliki bank bisa mencetak uang sendiri, minimal melalui penerbitan surat utang, bukan kah demikian? Bukankah surat utang itu adalah uang? Bukankah obligasi itu adalah uang? Kalau kita mau mencetak uang dengan gampang adalah dengan menerbitkan surat obligasi. Betulkah demikian?
Komentar
Posting Komentar