Jika kau ingin lebih hidup,
cinta adalah kesehatan yang paling sejati.
Rumi
Seorang lelaki berusia tujuh
puluhan sedang berjalan-jalan di tepi pantai. Saat itu pukul lima pagi, udara
sedikit berangin dan tidak ada seorangpun di sana. Ketika ia tengah berjalan
dan menikmati dirinya, tiba-tiba ia mendengar seseorang berteriak, “Tolong,
tolong!” Suara itu datang dari arah laut. Dia mengalihkan pandangan ke sana dan
melihat seorang bocah lelaki sedang berjuang di dalam air dan nyaris tenggelam.
Tanpa ragu, lelaki ini berlari
dan melompat ke dalam air untuk menyelamatkan sang bocah. Air laut itu sangat
dingin, lelaki itu begitu renta dan lemah, dan ombak menghantam kuat silih
berganti. Lelaki itu hampir saja kehilangan kendali – dia lelah dan tak bisa
berenang lagi – ketika dia kembali melihat sang bocah, tengah berjuang dan
berteriak-teriak. Pada titik itu dia pun menjadi lenih kuat daripada yang bisa
dia bayangkan, semangatnya tinggidan keinginan untuk menyelamatkan si bocah
menjadi semakin kuat. Akhirnya, dia bisa meraih bocah itu dan bersama-sama
mereka bisa menaklukan ombak-ombak yang menerjang dan air yang dingin. Sekitar setengah
jam kemudian mereka berhasil keluar dari air.
Si bocah memeluk lelaki itu dan
berkata, “Aku tidak tahu bagaimana berterima kasih dan membalas budi baikmu
karena menyelamatkan hidupku. Anda seorang perenang yang hebat”. Lelaki itu
sedang berusaha mengembalikan lagi napasnya. Ia mendongak kepada sang bocah,
tersenyum dan berkata, “Aku tidak bisa berenang!” Si bocah amat terkejut. “Anda
melompat ke dalam air dengan ombak-ombak yang besar itu dann Anda tak bisa
berenang?! Kenapa Anda lakukan itu?” Lelaki itu menjawab, “Untuk menyelamatkan
nyawamu. Aku tidak berpikir tentang keterampilan berenang. Yang kuingat adalah
aku melihatmu akan tenggelam. Aku berdoa pada Tuhan untuk membantuku
menyelamatkan hidupmu lalu aku melompat ke dalam air dan entah bagaiaman aku
bisa berenang .... Tuhan menyelamtkan kita berdua.
Komentar
Posting Komentar