Langsung ke konten utama

Hadiah Terindah





Di mana cinta bersemi, di situ sesuatu
yang mustahil akan dicapai.
Peribahasa India

Di sebuah taman dekat rumahnya, Nadia tengah duduk di bawah sebatang pohon tua. Dia sedang berkata kepada dirinya sendiri: “Hari ini hari ulang tahunku. Aku baru saja berumur delapan puluh. Suamiku meninggal lima tahun lalu dan anakku satu-satunya pindah dengan istrinya ke negara lain. Tuhan, aku merindukan mereka. Aku merasa sangat kesepian. Aku sendirian, lemah, dan renta. Tak seorang pun menginginkanku, tak ada yang peduli kepadaku. Bahkan pohon tua ini tidak kelihatan bahagia melihatku duduk di sampingnya.”

Ketika Nadia tengah duduk tersedu , seorang bocah lelaki berlari ke arahnya, hampir kehabisan nafa, sembari memegang sekuntum bunga yang sudah layu. Dia mendekati Nadia dan berkata, “Lihat aku dapat apa.” Nadia memaksakan senyum dan berkata, “Itu bagus, sekarang mengapa tidak kembali saja dan bermain?” Nadia ingin bocah itu membawa bunga yang mati itu dan meninggalkannya sendiri. Tetapi bukannya pergi, bocah itu malah duduk di sampingnya dan mendekatkan bunga itu ke hidungnya, dan berkata, “ Bunga ini sangat harum dan cantik sekali! Karena itu akau akan mengambilnya untukmu.”

Nadia tahu bahwa dia harus menerima bunga itu kalau dia ingin si bocah pergi meninggalkannya sendiri, maka ia pun mengeluarkan tangannya, tetapi kemudian sesuatu yang aneh terjadi! Si bocah kecil itu memegang bunganya jatuh dari jangkauan tangan si nenek, dan Nadia baru menyadari bahwa bocah itu ternyata buta! Dengan air mata bercucuran Nadia mengucapkan terima kasih kepadanya. “Sama-sama”, katanya lalu berlari untuk bermain, tak menyadari pengaruh yang baru saja ditimbulkannya kepada Nadia.

Nadia tak habis pikir bagaimana seorang bocah buta bisa mengambil bunga dan membawakan bunga itu kepadanya. Eantah bagaimana di tahu  tentang perasaan kesepian yang dirasakan Nadia pada hari uylang tahunnya? Perasaan sedih dan sepi Nadia lenyap seketika. Tiba-tiba, ia melihat bocah tadi keluar dari pepohonan sebari memegang bunga mati yang lain. Nadia penasaran apa yang akan dilakukan si bocah. Yang membuat Nadia terkejut, ternyata bocah itu berlari ke arah seorang lelaki renta yang tengah duduk di dekat situ. Duduk disampingnya dan memberikan kepada sang kakek bunga paling indah dari semua bunga, bunga cinta.

Nadia pulang kembali ke rumah dengan perasaan sangat bahagia. Dia duduk dan menulis sebuah pusi yang dia beri judul “Hadiah terindah”. Ketika sedang menulis, dia membatin, “Tuhan aku meras hidup lagi! Aku tidak menulis puisi sejak empat puluh tahun, tapi lihatlah aku sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih makanan

Karena makanan yang kita makan akan menjadi tubuh kita. Sudah selayaknya kita hanya memilih makanan yang sehat bagi tubuh. Kalau kita menyadari bahwa hidup hanya sekali maka makanan yg kita konsumsi harus benar benar menunjang hidup yang sekali ini. Jangan menumpuk makanan sampah dalam tubuh ini. Makanan sampah yang kita makan sungguh tidak berguna dan akan menjadi sumber pentakit. Karena tubuh menolak jenis makanan itu sehingga tidak bisa bersatu dengan tubuh. Selanjutnya makanan itu akan menjadi beban bagi tubuh. Kemana mana tubuh akan membawanya. Sehingga pergerakan kita menjadi lambat karena kegemukan. Memikirkan kembali makanan yang kita amakan akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Mumpung hidup hanya sekali ayo makan makanan yang sehat saja. Makan bukan untuk menumpuk makanan dalam perut atau tubuh. Makanan diperlukan karena energi dan kandungannya untuk kehidupan organisme yg ada dalam tubuh.

Mengangkat anak

Sebelum aku bersatu dengan matahari, izinkan aku untuk mengangkat anak dari kalangan orang2 miskin minimal 10 anak. Harapanku sih aku bisa mengangkat anak sampai 100 bahkan mungkin lebih. Betapa bahagianya bisa mengangkat anak dan membagikan kebahagiaan yang aku miliki kepada mereka. Aku adalah mathari yang akan memberikan kehangatan bagi penduduk bumi.

Senyum membangkitkan spirit Anda

Thomas A. Edison berkata, " Senyum dengan manusia itu bagaikan matahari dengan sinar. Sesungguhnya senyuman itu walaupun ringan dan sepele, tetapi bila ditebarkan sepanjang hayat niscaya akan menghasilkan kesan baik yang tak pernah terbayangkan dahsyatnya." "Senyuman itu cepat meresap masuk ke dalam diri Anda dan menjadikan Anda merasa senang dan dapat membangkitkan spirit."