Langsung ke konten utama

Charles O’hara



Hal-hal terbaik dan terindah di dunia ini
tak bisa di lihat atau disentuh. Mereka harus
dirasakan dengan hati.
Hellen Keller

Perbuatan baikmu adalah sayap cinta
warna-warni ilahi, yang mengepak pelan
dan terus mengangkat yang lain setelah
kau berbagi.
Rumi

Waktu merambat ke tengah malam ketika Charles O’Hara, seorang lelaki tujuh pulu tahun, ditabrak sebuah mobil. Ia pun dilarikan ke rumah sakit. Beberapa dokter melakukan operasi untuk menyelamatkan hidupnya. Ketika dia terbangun, dia menemukan dokter dan perawat berdiri di sampingnya. Charles tidak tahu tadi dia di mana atau apa yang telah terjadi. Yang dia ingat hanyalah bahwa saat itu gelap, dia tengah menyeberang jalan hendak pergi ke sebuah toko untuk membeli susu ketika tiba-tiba sebuah mobil meluncur cepat ke arahnya. Ia ingat saat itu semuanya kosong.

Dia berpaling kepada dokter dan berkata, “Dimana aku? Apa yang terjadi?” Dokter menjawab, “Mr O’hara, ambulans langsung membawa Anda ke sini setelah kecelakaan yang Anda alami. Anda mengalami pendarahan yang sangat banyak dan kami harus menjalankan operasi untuk menyelamatkan nyawa Anda.” Charles mengangguk.

Dengan suara yang lembut dan penuh perhatian, dokter pun melanjutkan. “Mr. O’Hara, Anda kehilangan kedua kaki dan tangan kiiri Anda, dan di tangan kanan Anda hanyalah tingal satu jari dan ibu jari saja.” Charles meraung-raung dan berkata, Ya Tuhan, aku ini sudah tua, lemah, dan sekarang lumpuh sama sekali. Bagaimana mungkin aku hidup seperti ini? Seharusnya Kau biarkan aku mati saja!” Dokter berkata, “Saya ingin meyakinkan kepada Anda, Mr. O’hara, bahwa Tuhan punya rencana sendiri untuk Anda, dan Anda akan menemukan bahwa apa yang telah terjadi kepada Anda merupakan anugerah dari Tuhan.”

Hampir sebulan berlalu dan tibalah waktunya bagi Charles untuk meninggalkan rumah sakit. Dia dibawa pulang oleh seorang kawan lama, kemudian dia duduk di kursi goyangnya dan berpikir sendiri, “Apa yang akan kulakukan sekarang? Bagaimanan bisa kau hidup seperti ini?” Dia mendengar sebuah suara dari dalam dirinya mengingatkan bahwa dia adalah orang yang sangat cerdas dengan pikiran brilian yang kaya oleh pendidikan, pengalaman, dan perjalanan. Suara itu juga mengingatkan dirinya bahwa menerima suarat rasanya selalu mnyenangkan. Suatu perasaan menjalari hatinya dan memberinya dorongan untuk menulis surat kepada orang-orang yang membutuhkan seperti dirinya.

Charles berkata kepada dirinya sendiri, “Aku bisa menggunakan dua jariku yang tersisa untuk menulis.” Dia pun memutuskan untuk menulis surat kepada pihak berwenang di penjara untuk meminta izin  menulis surat-surat pemberi dorongan dan cinta kepada para tahanan. Setelah satu bulan, Charles mendapat jawaban yang mengizinkannya menulis surat untuk para tahanan. Namun demikian, surat-suratnya tidak bisa dibalas karena itu melanggar peraturan penjara. Iniberarti bahwa surat-suratnya akan selalu merupakan korespondensi satu arah.

Dengan tanpa sedikit pun keraguan, Charles menerimanya dan mulai menuliskan sajak-sajak dan cerita-ceritanya menginspirasi. Dia sendiri sangat terinspirasi dan surat-suratnya memberi dia harapan. dia memutuskan terus menulis surat-suratnya yang satu arah itu selama sisa hidupnya.

Setahun berlalu, dan Charles menerima sebuah surat dari pihak berwenang di penjara. Hatinya segera merasa terpuruk begitu melihat amplopnya, karena dia berpikir mungkin surat itu akan memintanya berhenti melakukan satu-satunya aktivitas yang tersisa yang memberinya harapan untuk hidup. Charles akhirnya membuka surat itu. Isinya sangat singkat, ditulis oleh seorang petugas penjara yang bertugas menyaring surat-surat:

Tuan O’hara yang terhormat,

Anda diminta dengan hormat untuk menulis surat-surat Anda di atas kertas terbaik yang mampu Anda beli. Surat-surat Anda telah dibaca secara bergantian dari satu sel ke sel lain sampai kertasnya sangat lusuh dan tercabik-cabik. Anda memberi harapan kepada orang-orang di sini. Tuhan memberkati Anda.

Dengan air mata berlinang di pipi, Charles menengadah ke langit dan berkata, “Ya Tuhan ampunilah aku. Sekarang aku mengerti mengapa Engkau memberikan anugerah-Mu. Terima kasih karena telah membantuku memahami kekuatan memberi.”



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih makanan

Karena makanan yang kita makan akan menjadi tubuh kita. Sudah selayaknya kita hanya memilih makanan yang sehat bagi tubuh. Kalau kita menyadari bahwa hidup hanya sekali maka makanan yg kita konsumsi harus benar benar menunjang hidup yang sekali ini. Jangan menumpuk makanan sampah dalam tubuh ini. Makanan sampah yang kita makan sungguh tidak berguna dan akan menjadi sumber pentakit. Karena tubuh menolak jenis makanan itu sehingga tidak bisa bersatu dengan tubuh. Selanjutnya makanan itu akan menjadi beban bagi tubuh. Kemana mana tubuh akan membawanya. Sehingga pergerakan kita menjadi lambat karena kegemukan. Memikirkan kembali makanan yang kita amakan akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Mumpung hidup hanya sekali ayo makan makanan yang sehat saja. Makan bukan untuk menumpuk makanan dalam perut atau tubuh. Makanan diperlukan karena energi dan kandungannya untuk kehidupan organisme yg ada dalam tubuh.

Mengangkat anak

Sebelum aku bersatu dengan matahari, izinkan aku untuk mengangkat anak dari kalangan orang2 miskin minimal 10 anak. Harapanku sih aku bisa mengangkat anak sampai 100 bahkan mungkin lebih. Betapa bahagianya bisa mengangkat anak dan membagikan kebahagiaan yang aku miliki kepada mereka. Aku adalah mathari yang akan memberikan kehangatan bagi penduduk bumi.

Senyum membangkitkan spirit Anda

Thomas A. Edison berkata, " Senyum dengan manusia itu bagaikan matahari dengan sinar. Sesungguhnya senyuman itu walaupun ringan dan sepele, tetapi bila ditebarkan sepanjang hayat niscaya akan menghasilkan kesan baik yang tak pernah terbayangkan dahsyatnya." "Senyuman itu cepat meresap masuk ke dalam diri Anda dan menjadikan Anda merasa senang dan dapat membangkitkan spirit."