Langsung ke konten utama

Andrew – Kekuatan Keyakinan




“Tuhan telah menciptakan sejumlah pintu untuk Dia
bukakan kepada kebenaran. Dia membukanya bagi
siapa saja yang mengetuk dengan tangan keyakinan.”
Kahlil Gibran

Setelah istrinya meninggal, Andrew harus membesarkan dua anaknya sendirian, seorang bocah lelaki berumur delapan tahun dan gadis kecil berusia tujuh tahun. Kedua anak ini berarti segala-galanya bagi Andrew. Dia merawat mereka, mencintai mereka, melindungi mereka, dan melakukan segala yang dia bisa demi membesarkan mereka dengan baik.

Suatu hari, ketika kedua anaknya sedang di sekolah, terjadi gempa bumi. Sekolah itu terkubur bersama dua ratus murid-muridnya. Andrew bergegas ke sekolah tempat dia mendapati para pegawai pemadam kebakaran, polisi, dan banyak orang yang menangisi kehilangan anak-anak mereka. Andrew menjatuhkan diri ke tanah dan mulai menggali dengan kedua tangannya secepat yang dia bisa. Ketua pasukan pemadam kebakaran mengehntikan dan meyakinkannya bahwa mereka mengerahkan segala upaya untuk menemukan anak-anak, dan meminta Andrew untuk menunggu dengan sabar.

Waktu berlalu. Setelah sepuluh jam kemudian, seorang polisi menyarankan agar Andrew meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumah. Berjanji akan menelpon jika mereka menemukan sesuatu. Tetapi Andrew tidak mau meninggalkan tempat itu. Sang ketua pasukan pemadam kebakaran memintanya pulang karena dia mengira tidak ada korban yang masih hidup.

Namun Andrew tak mau pergi. Ketika duduk tanpa suara sambil berdoa kepada Tuhan agar menyelamatkan anak-anak-nya, dia tiba-tiba mendengar sebuah suara berteriak minta tolong. Andrew berseru, “Itu putri saya. Saya tahu dia hidup, itu suara dia.” Petugas pemadam kebakaran cepat-cepat mulai menggali di lokasi tempat suara itu berasal. Yang mengejutkan semua orang, anak-anak bermunculan. Putra dan putri Andrew selamat. Dia berlari mendapati mereka dan langsung menggendong keduanya. Sang ketua pasukan pemadam kebakaran mengucapkan selamat kepada keluarga ini dan bertanya kepada sang ayah, “Sebenarnya apa yang membuat Anda tetap menunggu di sini?” Andrew menjawa, “Keyakinan. Saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa Tuhan tidak mengecewakan saya.” Putranya menambahkan, “Dan aku punya keyakinan bahwa ayahku akan berada di sini.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih makanan

Karena makanan yang kita makan akan menjadi tubuh kita. Sudah selayaknya kita hanya memilih makanan yang sehat bagi tubuh. Kalau kita menyadari bahwa hidup hanya sekali maka makanan yg kita konsumsi harus benar benar menunjang hidup yang sekali ini. Jangan menumpuk makanan sampah dalam tubuh ini. Makanan sampah yang kita makan sungguh tidak berguna dan akan menjadi sumber pentakit. Karena tubuh menolak jenis makanan itu sehingga tidak bisa bersatu dengan tubuh. Selanjutnya makanan itu akan menjadi beban bagi tubuh. Kemana mana tubuh akan membawanya. Sehingga pergerakan kita menjadi lambat karena kegemukan. Memikirkan kembali makanan yang kita amakan akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Mumpung hidup hanya sekali ayo makan makanan yang sehat saja. Makan bukan untuk menumpuk makanan dalam perut atau tubuh. Makanan diperlukan karena energi dan kandungannya untuk kehidupan organisme yg ada dalam tubuh.

Mengangkat anak

Sebelum aku bersatu dengan matahari, izinkan aku untuk mengangkat anak dari kalangan orang2 miskin minimal 10 anak. Harapanku sih aku bisa mengangkat anak sampai 100 bahkan mungkin lebih. Betapa bahagianya bisa mengangkat anak dan membagikan kebahagiaan yang aku miliki kepada mereka. Aku adalah mathari yang akan memberikan kehangatan bagi penduduk bumi.

Senyum membangkitkan spirit Anda

Thomas A. Edison berkata, " Senyum dengan manusia itu bagaikan matahari dengan sinar. Sesungguhnya senyuman itu walaupun ringan dan sepele, tetapi bila ditebarkan sepanjang hayat niscaya akan menghasilkan kesan baik yang tak pernah terbayangkan dahsyatnya." "Senyuman itu cepat meresap masuk ke dalam diri Anda dan menjadikan Anda merasa senang dan dapat membangkitkan spirit."